Kebijakan Larangan Penggunaan Kantong Plastik, Antarkan Kota Banjarmasin Terima Dana Insentif Daerah (DID) Berkelanjutan


hallobanua.com, Banjarmasin- Keberhasilan Kota Banjarmasin di bawah kepemimpinan Ibnu Sina-Hermansyah dalam upaya mengurangi dampak penggunaan kantong plastik, patut diacungi jempol.

Pasalnya, sejak Peraturan Walikota (perwali) Nomor 18 tahun 2016 yang mengatur Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik diberlakukan untuk ritel dan pusat-pusat perbelanjaan modern,  Pemerintah Kota (pemko) Banjarmasin pun banyak meraih  penghargaan dari pemerintah pusat maupun Internasional.

Terakhir, dipenghujung kepemimpinan Ibnu-Herman, untuk kesekian kalinya Pemko Banjarmasin mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung secara virtual oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya kepada Plh Walikota Banjarmasin, Mukhyar, bertepatan puncak Peringatan Hari Pengurangan Sampah Nasional (HPSN), Senin (22/2/21) tadi.

Selain penghargaan, atas keberhasilan dalam mengurangi dampak penggunaan kantong plastik tersebut, Pemko juga kembali menerima Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp. 9,4 miliar.

"Hari ini Menteri LHK, Siti Nurbaya memberikan penghargaan upaya  pengurangan sampah plastik bersama insentifnya senilai 9,4  miliar," ujar Marzuki selaku Kepala Bidang (kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, di Balai Kota Banjarmasin, kepada hallobanua.com.

Dikatakannya, Dana Insentif Daerah itu diberikan atas apresiasi Pemko Banjarmasin yang telah menerbitkan serta memberlakukan Perwali Nomor 18 Tahun 2016,  tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik Bagi Ritel dan Toko Modern.

Ditambahkannya, insentif tersebut nanti akan digunakan untuk kepentingan sarana dan prasarana kebersihan kota, seperti melakukan penambahan armada dan pembuatan TPS atau lainnya yang dianggap perlu. 

Sekadar diketahui, sejak Perwali Nomor 18 Tahun 2016 yang mengatur tentang pemanfaatan penggunaan kantong plastik di toko-toko modern, ritel hingga ke pusat-pusat perbelanjaan dan ditetapkan pada  28 Maret 2016, kemudian efektif mulai diberlakukan  sejak tanggal 29 Maret 2016, Kota Banjarmasin menjadi kota pertama di Indonesia yang melarang penggunaan kantong plastik. 

Alasan diberlakukannya Perwali Nomor 18 Tahun 2016 itu, seperti pernah disampaikan oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina ketika masih menjabat sebagai pemimpin di Kota Seribu Sungai ini, tidak  lain adalah untuk menjaga lingkungan yang sehat dan pembangunan berkelanjutan, sesuai dengan visi dan misi Banjarmasin Barasih wan Nyaman (Baiman).

Bahkan, dengan keberhasilan oleh Pemko Banjarmasin tersebut, Kalimantan Selatan, dinyatakan sebagai kota pertama di negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang mengeluarkan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Awalnya, kebijakan tersebut mendapat kontra dari masyarakat, namun hasilnya bisa dirasakan, yakni Pemko Banjarmasin berhasil menekan peredaran kantong plastik sekali pakai sebesar 52 juta lembar setiap tahunnya, atau sekitar 55%.

Warga pun berharap, setelah H Ibnu Sina terpilih dan dipercaya kembali oleh masyarakat untuk memimpin Kota Seribu Sungai di tahun berikutnya, kebijakan populis tersebut dapat menghantarkan Kota Banjarmasin dapat merebut dan mempertahankan Piala Adipura.

Penulis: Tim Liputan | Editor: Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!