Pembangunan Titian Simpang Pengambangan Terkendala Dana, Hingga Belum Bisa Dilanjutkan


hallobanua.com, Banjarmasin - Permohonan  warga Simpang Pangambangan Banjarmasin Timur  untuk minta dilanjutkan pembangunan titian ulin tahun ini, sepertinya tak bisa direalisasikan oleh Pemko Banjarmasin. 

Pasalnya, pemko melalui Dinas PUPR bidang jalan memiliki keterbatasan anggaran. 

"Penanganan kawasan itu, mengusung konsep pile slab. Biaya yang dibutuhkan, Rp48 miliar. Diusulkan di Tahun 2021 oleh Dinas PUPR. Tapi karena keterbatasan anggaran, penambahan dana untuk kegiatan ini belum bisa disetujui. Jadi, belum bisa dilaksanakan di tahun 2021 ini," ungkap Chandra, selaku Kabid Jalan dan PJU PUPR Kota Banjarmasin, kepada hallobanua.com, Selasa (23/2/21). 

"Penanganan kawasan itu, mengusung konsep pile slab. Biaya yang dibutuhkan, Rp48 miliar. Diusulkan di Tahun 2021 oleh Dinas PUPR. Tapi karena keterbatasan anggaran Pemko, penambahan dana untuk kegiatan ini belum bisa disetujui. Jadi, belum bisa dilaksanakan di Tahun 2021," bebernya. 

Sebelumnya penanganan jalan sudah direncanakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman melalui program KOTAKU dengan biaya Rp48 miliar, akan tetapi, Chandra juga tak menampik bahwa penanganan kawasan tersebut sudah dilimpahkan ke Dinas PUPR Kota Banjarmasin. 

Ia juga mengungkapkan, Review Detail Enginering Design (DED) Tahun 2019 dan pembebasan lahan di Tahun 2017 juga sudah dilaksanakan. 

Namun, karena ada beberapa kriteria yang tidak terpenuhi, maka Dinas Perkim tidak bisa menangani kegiatan tersebut. 

Chandra juga mengatakan bahwa pihaknya bakal kembali mengusulkan penanganan tersebut untuk dikerjakan di tahun anggaran 2022 mendatang. 

Sampai saat ini diketahui masih ada kurang lebih 150 meter, jalan yang amblas dikawasan tersebut. Warga disana berharap, pemerintah segera melanjutkan pembangunan titian kayu, demi kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan Simpang Pangambangan. 

Penulis: Rian | Editor: Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!