Setelah “Ngadu” ke Netizen, Wanto Sekeluarga Akhirnya Mendapatkan Bantuan

Kondisi di Perumahan Meiva Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Barito Kuala, tempat Wanto tinggal bersama keluarganya, Selasa (16/2/21)

hallobanua.com, Batola – Banjir yang merendam sejumlah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) selama kurang lebih 2 bulan terakhir ternyata belum sepenuhnya surut. 

Seperti di Perumahan Meiva, Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Barito Kuala. Menurut pantauan hallobanua.com di lokasi, Selasa (16/2/21), air setinggi mata kaki sampai lutut orang dewasa masih menggenangi sebagian jalan-jalan di perumahan tersebut. 

Menurut Wanto, salah seorang warga yang tinggal di Perumahan Meiva, kondisi seperti ini sudah terjadi sejak pertama kali banjir melanda Kalsel sekitar 2 bulan yang lalu. 

“Saat ini memang airnya sudah agak surut, kemarin waktu awal-awal banjir 2 bulan yang lalu air masuk ke rumah-rumah warga sekitar 15 cm, sehingga ada beberapa warga disini yang mengungsi termasuk saya sekeluarga. Memang saat ini air sudah tidak lagi masuk ke dalam rumah, tapi akses jalan perumahan masih terendam sehingga kami masih kesulitan beraktifitas” kata Wanto kepada hallobanua.com (16/2/21). 

Yang lebih memprihatinkan, menurut Wanto, sampai dengan kemarin masih belum ada bantuan yang Ia dan tetangganya terima baik itu dari pemerintah maupun para relawan. Sampai akhirnya Ia terpaksa memviralkan fotonya yang memegang kertas bertuliskan permintaan tolong bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalsel. 

“Tidak ada satupun bantuan yang kami terima dari relawan ataupun pemerintah sejak banjir terjadi pertama kali. Tapi setelah foto saya viral kemarin, akhirnya kami mendapat bantuan sembako dari Polsek sini. Dan besok akan nada lagi relawan yang mau kesini untuk memberikan bantuan, tadi sudah menghubungi saya” lanjutnya. 

Foto Wanto memegang kertas bertulisan permintaan tolong yang viral di media sosial kemarin, Senin (15/2/21)

Diakuinya, dirinya sebenarnya tidak ingin berbuat seperti itu, namun karena keadaan semakin mendesak dan tabungannya sudah habis, Ia terpaksa memohon bantuan dengan cara tersebut. 

“Sejak awal banjir saya tidak pernah memohon bantuan, karena saya pikir masih banyak saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan daripada saya. Tapi saat ini tabungan saya sudah habis, ditambah sudah 2 bulan ini saya tidak bisa berjualan karena gerobak jualan saya tidak bisa melintasi jalan komplek yang masih terendam air,” ungkap pria yang sehari-hari berjualan nasi goreng di Simpang 4 Handil Bakti itu. 

Wanto berharap agar pemerintah segera mencarikan solusi untuk mengatasi banjir yang tidak kunjung berakhir di daerah tempat tinggalnya. 

“Kalau bisa dikeruklah sungai itu dengan benar, supaya air bisa turun. Kalau kaya gini terus susah juga, saya tidak bisa menafkahi keluarga. Belum lagi bahaya ular, disini besar-besar ularnya, kemarin ada Kobra besar sekali di depan rumah saya ini,” paparnya. 

Untuk diketahui, kemarin (15/2/21), foto Wanto yang memegang kertas bertuliskan permintaan tolong yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Kalsel viral di media sosial Instagram dan Facebook, foto tersebut memantik simpati dari sejumlah warganet (netizen). Karenanya, sejumlah relawan akan menyambangi kediaman Wanto untuk memberikan bantuan. 

Penulis: Akim | Editor: Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar