21 Orang Keracunan Massal, Setelah Mengkonsumsi Soto di Kegiatan Posyandu


hallobanua.com, Amuntai - Puluhan warga di Desa Datu Kuning Kecamatan Amuntai Tengah, Kab. HSU, dilarikan ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Pembalah Batung Amuntai,  akibat keracunan massal setelah mengkonsumsi makanan saat mengikuti kegiatan kesehatan di posyandu, Senin (8/3/21). 

Kabar keracunan massal tersebut terungkap setelah beberapa orang warga mendatangi kantor BPOM di Kabupaten HSU, untuk melaporkan bahwa telah terjadi keracunan massal di Desa Datu Kuning Kecamatan Amuntai Tengah. 

Berdasarkan pengakuan dari para korban, mereka mengkonsumsi makanan setelah mengikuti kegiatan  dari Posyandu Desa, sekitar pukul 10.00 sampai dengan 12.00 wita. 

Korban yang pertama kali datang ke Puskesmas Alabio kira-kira pukul 14.00 wita. 

Usai menyantap makanan di sana, warga mengalami gejala yang paling pusing, muntah dan diare. 

"Setelah dari Posyandu kita dapat makanan, setelah kita makan malah pusing dan mual," tutur seorang warga. 

Menurut Vrisca Geri Asa Hardian, SKM yang ditunjuk oleh BPOM HSU selaku Tim Gerak Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan menjelaskan kronologi keracunan tersebut.

"Senin (8/3/21) sekitar pukul 16.00 wita ada masyarakat mendatangi kantor BPOM di Kabupaten HSU dan memberitahukan bahwa telah ada keracunan massal setelah mengkonsumsi makanan dari Posyandu di Desa Datu Kuning Kecamatan Amuntai Tengah," jelasnya setelah dihubungi hallobanua.com melalui pesan singkat. 

Mendapat kabar tersebut, kemudian Tim Gerak Cepat KLB Keracunan Pangan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten HSU untuk memeriksa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut. 

"Kami membawa sampel makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan ke kantor, selanjutnya kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten HSU dan mengamankan sampel makanan berupa Soto yang masih utuh yang didalamnya terdiri dari lontong, kuah, telur, daging ayam, bihun, ada juga diamankan sampel sisa makanan yang belum habis dimakan  dari korban," jelas Vrisca Geri Asa Hardian, SKM. 

Sampel tersebut disimpan dalam coolbox dan akan dikirimkan ke laboratorium untuk dilakukan pengujian, sehingga dapat ditentukan bahan penyebab keracunan. 

Selain makanan, ada juga specimen dari korban berupa muntahan yang diperiksa untuk dilakukan pengujian. 

Petugas Tim Gerak Cepat KLB Keracunan Pangan BPOM HSU dengan Dinas Kesehatan Kabupaten HSU juga meninjau ke Puskesmas Alabio untuk mencari informasi terkait jumlah korban, dan data lainnya yang diperlukan dalam menentukan dugaan penyebab terjadinya keracunan pangan dan Tindakan penanggulangan. 

Berdasarkan data dilapangan hingga , Senin (8/3/21), pukul 19.25 wita korban berjumlah 21 orang yang terdiri dari anak-anak, balita hingga orang dewasa yang dirawat di Puskesmas Alabio. Sebagian sudah dirujuk ke RSUD Pambalah Batung Amuntai. Putra/Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar