Berikut Kronologis Kaburnya 4 Napi dari Rutan Kelas II B Kandangan


hallobanua.com, Kandangan – Kepala Rumah Tahanan (rutan) Kelas II Kandangan akhirnya angkat bicara terkait kaburnya 4 orang warga binaannya. Dan, dirinya memperkirakan larinya  4 orang napi tersebut, diduga kuat ada andil dari orang luar.

Seperti diungkapkan Kepala Rutan Kelas II Kandangan, Jeremia Leonta, saat memberikan keterangan pers kepada awak media cetak maupun elektronik, Rabu siang (3/3/21),terkait kronologi kaburnya 4 orang narapidana tersebut.

”Memang warga binaan ini ada mengikuti salat zuhur berjamaah dan ada juga yang tidak. Jadi tidak semua mengikuti salat zuhur,” kata Jeremia Leonta.

Dijelaskan oleh Jeremia Leonta, bahwa setiap mau sholat bagi warga binaan yang sudah mengambil wudhu, menuju lapangan untuk salat, bagi yang belum mereka masih berada di kolam tempat wudhu.

Jeremia Leonta memperkirakan, empat napi yang kabur tersebut termasuk yang belum mengambil air wudhu.

”Jadi, keempatnya ini diduga sudah mempersiapkan pelarian. Hal ini masih dalam penyelidikan kami, pastinya mereka merusak atau membobol terali besi pembatas atas karena kamar mandi umum itu tertutup dengan terali besi,” ujarnya.

Keempat napi kabur diperkirakan dengan membengkokkan besi hingga lepas, kemudian mereka keluar satu per satu bergantian dikarenakan jalan keluarnya agak sempit. 

Selanjutnya, ditambahkan Jeremia,  mereka melompat ke genteng atau seng blok kamar hunian, batas antara seng blok kamar hunian dan pos menara berjarak tidak sampai 1 meter.

”Dari genteng itu, mereka melompat sedikit saja langsung dapat besi penyangga dari blok petugas pos, lalu naik satu-satu ke atas besi penyangga blok,” pungkas Jeremia Leonta.

Jeremia Leonta menduga, ada kerja sama dengan pihak luar karena terdapat  tali yang relatif panjang.

”Tali itu bisa jadi dilemparkan dari luar, kemudian diikat agar mereka bisa turun,” tuturnya.

Disebutkan oleh Jeremia Leonta, tali tersebut berukuran panjang, bahkan sampai ke bawah, ada sekitar 4 meter. Selain itu, ada juga selimut dipersiapkan oleh mereka.

”Ini seperti bentuk antisipasi agar mereka dapat melewati pagar kawat duri,” ujarnya.
Seperti yang sudah diketahui mereka kabur dan berlari menuju Terminal Kandangan.

Pelarian empat napi tersebut terjadi pada Selasa (2/3/2021) pukul 12.30 wita, saat seluruh warga binaan hendak salat zuhur. Dari 4 napi yang kabur, 2 diantaranya berhasil diringkus kembali, dan 2 lainnya masih buron.

”Kami lantas memberitahukan Polres HSS untuk minta bantuan. Alhamdulillah, dua orang sudah tertangkap. Mudah-mudahan hari ini keempat napi yang kabur bisa ditangkap kembali,” katanya.

Hingga  Rabu (3/3/2021) ini,  aparat gabungan sedang melakukan pengejaran untuk menangkap kembali 2 orang napi kabur tersebut.

"Kami dengan pihak kepolisian telah bekerjasama untuk menangkap kembali yang kabur itu, 2 orang sudah kita amankan dan masih ada 2 orang yang dalam pengejaran petugas" pungkas Jeremia Leonta.

Putra/Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!