Besi Dermaga Apung dan CCTV Hilang, Disbudpar Ancam Laporkan Ke Polisi


hallobanua.com, Banjarmasin -  Setelah hampir satu tahun ditutup, tepatnya sejak pandemi Covid-19 melanda, objek wisata Siring Menara Pandang yang berlokasi di JL. Pierre Tendean, Banjarmasin, semua aktivitas pariwisata pun sepi dari pengunjung. 

Biasanya diakhir pekan, kegiatan pasar terapung dan aktivitas lari pagi masyarakat selalu ramaikan siring menara pandang hingga dermaga pasar terapung buatan. 

Dan, selama objek wisata itu ditutup terkesan tidak ada penjagaan petugas dari Pemerintah Kota Banjarmasin. 

Akibatnya, banyak fasilitas yang hilang, utamanya di dermaga apung sungai Martapura. 

Dari pantauan Hallobanua.com, Minggu, (07/03/21) pagi, terdapat beberapa penutup tiang dermaga apung yang berbahan besi hilang. Entah digondol maling, atau hilang karena lepas dan jatuh ke sungai. 

Tidak hanya itu, kayu ulin yang menjadi lantai di kawasan tersebut juga terpantau banyak yang bolong. Nampak terlihat seperti dicongkel. 

Andri, salah seorang warga sekitar mengungkapkan, kadang setiap malam ada orang yang nongkrong di siring, yang tidak diketahui apa yang dilakukan mereka. 

"Malam biasanya kejadian hilangnya ini. Banyak orang-orang tidak karuan nongkrongan disni. Saat siang dilihat sudah hilang. Termasuk kayu ulin-ulinnya. Kalau dijual kan lumayan," ucap Andre. 

Pria berusia 50 tahun itu menyayangkan kurangnya kesadaran oknum warga untuk menjaga fasilitas publik. 

"Saat awal-awal corona kejadian seperti ini. Kontrol dari petugas cuman sesekali saja. Seharusnya warga bisa sama-sama menjaga," pungkasnya. 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ihsan Al Hak mengaku sudah mendapat informasi mengenai hal itu. Pihkanya pun kabarnya akan segera melapor ke pihak berwajib. 

"Iya nanti kita minta penanggung jawab UPT untuk melapor ke polisi," ucap Ihsan. 

Sembari menunggu proses di kepolisian, Ia sudah memerintahkan jajarannya untuk segera menutup lubang tersebut, karena khawatir kalau ada orang yang terperosok atau terpeleset. 

Tidak hanya itu, ternyata aksi vandalisme juga terjadi di kawasan Siring Tendean.  Diketahui, kamera pengawas atau CCTV yang diletakan di sejumlah sudut kawasan Siring menara pandang juga ikut raib. 

"Saya juga dapat laporan, yang hilang bukan hanya itu, tapi juga CCTV," ujarnya. 

Ia menyayangkan ada orang yang tega merusak fasilitas publik, dengan tujuan di jual ataupun bagaimana. Padahal fasilitas publik dibangun oleh pemko untuk kepentingan orang banyak. 

Ihsan juga menambahkan, untuk mengantisipasi terulangnya hal tidak diinginkan di kawasan wisata, pihaknya sudah mempekerjakan empat orang petugas keamanan yang berjaga baik siang maupun malam. 

Akan tetapi, karena luasnya kawasan yang harus dijaga, menurutnya jadi kurang optimal. 

Kemungkinan bisa saja menambah petugas, tapi masih melihat kondisi keuangan daerah. 

"Faktor mencegahnya itu adalah pagar, baik yang di tepi sungai maupun jalan, selama ini siapa saja bisa masuk dari mana saja," tutupnya. 
Rian/Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!