D'Paragon Dituding Tak Ada IMB dan Amdal, Manajemen: Itu Hoax


hallobanua.com, Banjarmasin - Dituding tak mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL), Manajemen Guesthouse dan Kost Ekslusif D'Paragon angkat bicara. 

Kepada awak media saat menggelar jumpa pers, Kamis, (04/03/21) pagi, di Banjarmasin,  Manajemen Pusat Guesthouse dan Kost Eksklusif D'Paragon, Yucok Riyandita mengatakan, hal itu tidak benar. 

Ia mengungkapkan, D'Paragon telah memiliki Ijin IMB maupun AMDAL yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. 

"Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami telah mengantongi legalitas dari pemerintah yaitu Surat IMB maupun Surat Izin Lingkungan yang dikeluarkan oleh DLH," ucapnya kepada hallobanua.com. 

Tidak hanya itu, Yucok juga menegaskan,  sejak berdirinya D'Paragon, pihaknya telah menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

"Kegiatan usaha kita juga sesuai dengan peraturan pemerintah. Kami telah menjalankan kewajiban dalam membayar pajak daerah juga," tuturnya. 

Oleh karena itu, pihak Manajemen D'Paragon pun menghimbau masyarakat, agar tidak terpancing dan percaya terhadap berita yamg tidak dapat dipertanggung jawabkan tersebut. 

"Tentang legalitas perizinan kami, itu berita hoax atau tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami harap masyarakat jangan percaya itu," pungkasnya. 

Sementara itu, Konsultan Hukum Guesthouse dan Kost Eksklusif D'Paragon, Ilham Pujakesuma menerangkan, pihaknya akan mengambil langkah hukum apabila ada pihak-pihak yang melakukan kegiatan yang dianggap merugikan pihak D'Paragon. 


"Kami akan bertindak tegas dan siap membawa ke jalur hukum jika ada pihak yang dapat menghambat bahkan merugikan kegiatan usaha pihak Guesthouse & Kost Eksklusif D’Paragon,” tuturnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Forpeban Kalimantan Selatan, Din Jaya mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan pihak D'Paragon pada Rabu, (03/03/21) tadi dan sudah membicarakan permasalahan tersebut. 

"Kami mendapatkan Informasi dari masyarakat juga  bahwa bangunan tersebut diduga tak memiliki IMB dan Amdal. Dengan laporan itu, jadi kami kirimkan surat ke D'Paragon. Rencananya kami mau sampaikan aspirasi dihari Kamis. Tapi hari Rabu sudah kita ketemu dengan pihak D'Paragon dan menjelaskan bahwa pihaknya sudah ada IMB dan AMDAL. Kami hanya menyampaikan dugaan karena itu merupakan aspirasi dari masyarakat," ucap Din Jaya saat dikonfirmasi via telepon. 

Ia juga mengungkapkan, bahwa pihak Forpeban hanya menyampaikan aspirasi dari masyarakat akan adanya dugaan bahwa D,'Paragon tidak mempunyai IMB dan AMDAL. 

"Jadi kami jelaskan bahwa kami tidak menuduh pihak D'Paragon itu salah. Kami hanya menyampaikan apa suara dari masyarakat," pungkasnya. 

Sebelumnya diketahui, tudingan tersebut beredar dari surat pemberitahuan Forum Rakyat Peduli Bangsa & Negara (Forpeban) Kalimantan Selatan yang ditunjukan 25 Februari lalu. 

Dalam surat tersebut, LSM Forpeban mendesak Pemkot Banjarmasin memeriksa dan menindak tegas, serta menertibkan bahkan menutup D’Paragon yang diduga tak memiliki IMB, dan izin Amdal. 

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendesak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan untuk menelisik dugaan pembiaran (KKN) dalam permasalahan perizinan menutup hotel & Kost-kostan D’Paragon. 

Rian/Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!