Harga LPG Mahal dan Langka, Mahasiswa Berunjuk Rasa di Depan Kantor Pertamina


hallobanua.com, Banjarmasin – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Berdikari Kampus UIN Antasari Banjarmasin, mendatangi kantor Pertamina Sales Area Banjarmasin, Rabu siang (3/3/21), untuk menyampaikan sikap atas kelangkaan serta melambungnya  LPG 3 KG hingga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasaran.

Selain itu, mahasiswa juga meminta pertamina memperbaharui system pengawasan, dan memperketat distribusi LPG, kemudian segera membuat langkah efektif dalam pendistribusian LPG kepada warga yang berhak.

"Sejak 2017 sudah seperti ini terjadi. Kita minta Pertamina pengawasan diperketat. Karena setiap tahun kami pasti aksi soal kelangkaan elpiji. Maka momennya selalu awal tahun," tandas Fahriannor selaku Koordinator lapangan aksi gabungan Jaringan Mahasiswa Berdikari Rabu, (03/03/21) kepada hallobanua.com.

Kondisi kelangkaan LPG menurutnya, karena tidak ada sikap serius dari pihak pihak yang bertanggungjawab.

Oleh karena itu, pihaknya  menuntut agar pihak terkait segera mengatasi kelangkaan elpiji dan harga eceran yang tidak sesuai dengan regulasi. 

Menyikapi hal itu, Drestanto, Sales Area Manager Pertamina Kalselteng mengatakan, sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan agat penyaluran elpiji tepat sasaran. 

Diantaranya adalah mengikuti aturan sesuai Surat Edaran (SE) dari Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan yang berisi pembagian LPG tepat sasaran. 

"Masyarakat berpenghasilan diatas Rp. 1,5 juta, PNS, Usaha Resto dan Rumah makan, perhotelan dan perkantoran agar tidak menggunakan LPG 3 Kg, agar pembagian gas tersebut tepat sasaran, " ucapnya Drestanto. 

Ia mengungkapkan, suplai tabung gas dari Pertamina untuk Keluarga tidak mampu di Kalimantan Selatan sudah mencukupi. 

"Dalam 1 bulan Pertamina itu menyuplai 2,5 juta tabung. Berdasarkan data KK miskin, itu sebenarnya sudah lebih diatas kebutuhan KK," pungkasnya. 

Oleh sebab itu, Drestanto berharap agar kiranya masyarakat Kota Banjarmasin dapat menaati surat edaran yang dikeluarkan oleh Penerintah. 

Dari pantauan hallobanua.com, aksi unjuk rasa dari gabungan mahasiswa tersebut berjalan tertib dan lancer, usai menyampaikan aspirasi massa membubarkan diri sambal dikawal aparat kepolisian. Rian/Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!