Persentase Vaksinasi Rendah, Dinkes Akui Tidak Mudah Memvaksin Lansia

hallobanua.com, Banjarmasin - Hari ini, hari terakhri Pekan Gebyar Vaksinasi Covid-19, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ditempat ibadah. 

Namun, capaian vaksinasi yang memprioritaskan lansia, Aparatur Sipil Negara (ASN), Guru, Dosen, Pengurus tempat ibadah, Ustadz atau Ustadzah dan Pendeta serta Pastor tersebut, capaiannya masih rendah jika dibandingkan dengan target vaksin lain. 

Dari data yang dihimpun per 28 April 2021. Vaksinasi untuk sasaran Lansia dengan 55.720 orang, baru mencapai 6.962 atau 12,49 persen di tahap I. Sedangkan di tahap II baru sebanyak 4.774 atau 8,57%. 

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengaku, pelaksanaan vaksinasi untuk lansia menurutnya tidak semudah yang dibayangkan. dalam menjalankan pemberian vaksin dengan sasaran lansia tidak semudah membalik telapak tangan. 

"Emang gampang?," katanya singkat, Kamis (29/04/21) petang. 

Menurut Machli, pihaknya mengalami beberapa kendala sehingga membuat capaian vaksinasi lansia Kota Seribu Sungai terkendala. Yakni banyaknya lansia yang masih ragu dengan program pemberian vaksin produksi Sinovac tersebut. 

Kemudian, banyaknya keluarga yang tidak bisa mengantarkan lansia ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk menjalani vaksinasi. 

Untuk itu, pihaknya pun mengaku tengah gencar gencarnya mengedukasi program vaksinasi lansia tersebut. 

"Memperkuat edukasi terkait vaksin, ini selalu gencar kita jalankan," ungkapnya 

Dilanjutkan Machli, pihaknya juga gencar mengedukasi masyarakat bahwa banyak resiko yang diakibatkan jika tidak bervaksin, khususnya bagi para lansia. 

Dan keempat, dengan memanfaatkan momen puasa ramadhan, pihaknya juga tengah gencar menjalankan pekan gebyar vaksinasi Covid-19 di masjid-masjid besar. Khususnya masjid yang jamaahnya banyak. 

"Kita ingin ini bisa jadi solusi untuk mengatasi minimnya capaian dengan sasaran lansia," tukasnya. 

Machli pun juga berharap, agar vaksinasi lansia ini turut melibatkan pemuka agama. Menurutnya langkah tersebut diambil karena sifat masyarakat Banjarmasin yang lebih mendengarkan apa yang disampaikan pemuka agama seperti Ustadz dan Ustadzahnya dibanding para tenaga medis. 

"Kita harap mereka (pemuka agama) untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa bervaksin itu termasuk ibadah," ujarnya.

Lantas apakah pekan gebyar vaksinasi di masjid yang dijalankan Dinkes yang dilaksanakan selama 7 hari tersebut akan ditambah waktu pelaksanaannya untuk meningkatkan capaian? 

Ditanya apakah akan memperpanjang waktu vaksinasi untuk lansia ditempat ibadah? Pihaknya sepertinya tidak akan melanjutkan pelaksanaannya, dikarenakan minimnya petugas. 

"Sepertinya tidak, karena banyak teman-teman kita di lapangan sudah kecapean," tandasnya. 

Rian Akhmad/ Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!