Ribuan Jemaah Padati Haul Pertama Abah Guru Zuhdi di Mesjid Ar Raudah Sungai Andai

hallobanua.com, Banjarmasin - Ribuan jemaah padati haul pertama KH Ahmad Zuhdiannor atau yang biasa dikenal Abah Guru Haji, di Masjid Ar-Raudhah Sungai Andai Banjarmasin, Kamis (22/4/21) malam. 

Peringatan haul pertama Guru Zuhdi itu dilaksanakan usai shalat Tarawih berjemaah. Saking banyaknya jemaah yang berhadir, ruangan induk Mesjid Ar Raudhah tak cukup menampung para jemaah, meluber hingga sampai ke luar dan jalan lingkungan warga sekitar mesjid.

Bahkan, sejak sore menjelang buka puasa, jemaah yang tidak hanya datang dari Kota Banjarmasin, sudah ramai berdatangan.

“Antusias jamaah sangat luar biasa. Itu terbukti dari kehadiran para jamaah yang mulai dari sebelum buka puasa tadi sampai setelah tarawih tadi jamaah terus berdatangan,” kata Wawan, salah seorang relawan.

Kendati demikian, panitia mesjid tetap menerapkan dan menghimbau kepada seluruh jemaah untuk patuh dan menaati protokol kesehatan.

Dari pantauan hallobanua.com, pihak panitia mesjid juga telah menyiapkan layar besar,  agar jemaah yang berada di luar mesjid dapat mengikuti dan menyaksikan peringatan haul pertama Guru Zuhdi yang dipimpin oleh sejumlah alim ulama.

Kepada hallobanua.com, salah seorang jamaah asal Kabupaten Banjar, Muhammad Soleh mengungkapkan, semasa hidup sosok Abah Haji dikenal sebagai guru dengan tutur kata dan sikap yang sangat lembut. 

Abah Guru Haji atau Guru Zuhdi dianggap menjadi sosok teladan bagi jamaahnya. Ibarat guru dengan murid, maka tak heran banyak jamaah dari luar kota, bahkan provinsi yang rela datang jauh-jauh pada acara haul pertama tersebut. 

“Seorang guru yang luar biasa dalam mengajarkan agama dengan tutur kata dan sikap yang sangat lembut dan mudah dipahami para jamaahnya di berbagai kalangan,” ungkapnya. 

Di samping itu, semasa hidup Guru Zuhdi, dalam setiap pengajiannya selalu mengingatkan jamaah untuk tidak lupa bersyukur. 

Hal itupun membuat Hasnan, jamaah asal Kabupaten Barito Kuala mengaku datang ke acara haul pertama ini guna mengobati kerinduan terhadap sosok sang guru. 

“Karena sosok beliau ibaratnya itu jadi idola bagi masyarakat, khususnya di Kota Banjarmasin,” kata remaja berusia 18 tahun tersebut. 

Dalam peringatan haul tersebut juga dihadiri alim ulama dan para habaib, bahkan Guru Zhofaruddin atau Guru Udin dari Samarinda, Kaltim turut serta dalam peringatan tersebut. 

Rian Akhmad/ Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!