Buruh Ditangkap Jual Narkotika, 18 Gram Sabu dan Sebilah Keris ikut Disita

Pelaku pengedar narkoba beserta barang bukti diamankan aparat

hallobanua.com, Banjarmasin - Seorang buruh berinisial MT (30) nekat menjalankan bisnis barang haram narkotika golongan 1 jenis sabu. 

MT merupakan warga Jalan Gubernur Syarkawi, Kelurahan Gambut, Kabupaten Banjar diringkus Jajaran Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel pada Jumat, (30/4/21). 

Dipimpin Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKBP Meilki Bharata, awalnya, MT diringkus saat sedang bertransaksi barang haram di tepi Jalan Gubernur Syarkawi, Kelurahan Gambut, Kabupaten Banjar, lepas tengah malam,  sekitar pukul 00.15 Wita.  

"Saat dilakukan penggeledahan terhadap tersangka, petugas  menemukan enam paket sabu  dengan berat 18,95 gram yang disimpan MT dalam kotak rokok," ungkap AKBP Meilki, Minggu (2/4/21). 

Bukan itu saja, MT juga kedapatan petugas secara ilegal membawa senjata tajam berupa keris ketika melakukan transaksi barang haram tersebut.  

"Selain enam paket sabu, bungkus rokok dan senjata tajam, petugas juga menyita smartphone milik MT sebagai barang bukti," terangnya 

Usai MT diamankan petugas melakukan interogasi, dari nyanyiannya mengaku didapat dari tersangka lain berinisial AY (26). 

Pengembangan pun langsung dilakukan petugas dan membuahkan hasil.  

Setelah melakukan penyelidikan keberadaan tersangka AY diketahui, dihari yang sama AY berhasil diringkus saat berada di Gang Palang 
Merah, Jalan Teluk Tiram, Kelurahan Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, 

"AY diringkus petugas di hari yang sama sekitar pukul 01.30 Wita dan dari tangan AY petugas menemukan dua paket sabu seberat 0,76 gram," bebernya. 

Selain itu, petugas juga menemukan satu timbangan digital dan satu smartphone milik AY yang seluruhnya disita sebagai barang bukti.  

Kedua tersangka beserta barang bukti sudah dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Kalsel untuk menjalani proses hukum.  

"Total sabu yang disita sebanyak delapan paket dengan berat kotor 21,31 gram atau berat bersihnya 19,71 gram," kata AKBP Meilki.  

Kini Kedua tersangka harus mempertanggungkan perbuatannya dengan dijerat Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.  

Khusus untuk tersangka MT juga dijerat dengan UU darurat No 12 Tahun 1951 karena kepemilikan senjata tajam tanpa izin. 

Tim Liputan/ Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!