Jelang Idul Fitri, Kunjungan Pasar Meningkat, Kadinkes: Kita Bakal Bentuk Satgas Covid-19


Hallobanua.com, Banjarmasin - Sepekan lebih menjelang Hari Raya Idul Fitri, seolah menjadi tradisi tingkat kunjungan warga ke pasar tradisional maupun modern meningkat. 

Dari pantauan, beberapa pusat perbelanjaan terjadi peningkatan jumlah pengunjung seperti kawasan Pasar Sentra Antasari, Pasar Sudimampir dan Pasar Baru. 

Bahkan, terlihat kerumunan warga yang tujuannya tidak lain untuk membeli pakaian, peralatan salat dan segala hal yang diperlukan dalam menyambut lebaran. 

Diketahui, saat ini kondisi kasus Covid-19 di Ibukota Kalimantan Selatan (Kalsel) ini masih belum menandakan adanya penurunan kasus. 

Saat dikonfirmasi akan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi terkejut akan kondisi itu. 

"Benarkah itu?," tanyanya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, belum lama tadi. 

Menurut Machli, padatnya jumlah masyarakat yang beraktivitas di dalam ruangan tertutup membuat resiko penularan virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia itu semakin besar. 

"Kalau jumlah orangnya sangat banyak tidak sesuai dengan kapasitasnya dan berada di sana lebih dari satu jam sangat berpotensi menularkan Covid-19. Apalagi tidak memakai masker," ungkapnya. 

Terkait hal itu, Machli yang juga Jubir Satgas Covid-19 Banjarmasin tersebut mengaku, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin agar dibentuknya Satgas Covid-19 di wilayah pasar. 

Pembentukan Satgas tersebut ujarnya tidak lain bertujuan agar pengawasan dalam penerapan disiplin protokol kesehatan (Prokes) bisa berjalan maksimal di lingkungan pasar. 

"Tentu akan kita koordinasikan dengan dinas teknis terkait, termasuk dengan Satpol PP," tukasnya. 

Satgas di lingkungan pasar bebernya bakal bertugas memberikan pengawasan Protokol Kesehatan (Prokes) dan juga bertugas untuk memberi arahan kepada para pedagang atau pengelola pasar agar memberi ketegasan bagi pengunjung untuk selalu mengenakan masker ketika memasuki lingkungan pasar. 

"Mereka juga tidak boleh membiarkan begitu saja ketika terjadi kerumunan massa dalam jumlah besar. Sehingga sangat perlu sekali untuk diatur jaraknya. Kemudian yang utamanya penjual dan pembeli wajib mengenakan masker," tegas Machli. 

Ia pun tak menampik bahwa momen berbelanja satu tahun sekali ini sangat sulit untuk dihindari oleh masyarakat, karena sudah menjasi tradisi. 

"Jangan sampai terjadi penularan akibat kerumunan di pasar. Karena itu ini sudah jadi tanggung jawab kita agar tidak membiarkan hal itu terjadi," imbuhnya. 

Terakhir, Machli menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan akan dilakukan operasi yustisi terkait penegakan hukum protokol kesehatan di lingkungan pasar. 

"Kondisi ini bisa saja kami teruskan ke Satpol PP untuk bergerak ke sana (kerumunan di pasar). Tapi sekali lagi kami harap pengelola pasar memiliki satgas covid-19 nya sendiri," tutupnya. 

Rian Akhmad/ Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!