Kotabaru Terancam Krisis Air Bersih, Debit Air di Beberapa Embung Menyusut

Kondisi air di embung Tirawan  mulai menyusutberkisaran hanya dengan ketinggian air 30 centimeter

hallobanua.com, Kotabaru – Kemarau hingga tidak terjadinya hujan dalam dua pekan terakhir ini, membuat debit air di embung Tirawan Kotabaru mulai memprihatinkan. Akibatnya distribusi air bersih ke masyarakat kurang maksimal.
Saat ini saja, kondisi air yang tertampung hanya sekitar 30 centimeter saja, jauh dari ambang batas normal.

Humas PDAM Kotabaru Syarwani ditemui di kantornya mengatakan, pihaknya tidak bisa memaksimalkan pelayanan distribusi ke pelanggan, dikarenakan angka di  30 sentimeter batas optimal pompa.

"Kalau pompa diturunkan, tidak bisa. Pasti mengisap lumpur," jelas Syarwani, Selasa (04/05/21)
Begitu juga kondisi intake Gunung Perak, tidak bisa maksimal untuk melayani distribusi air ke pelanggan. 

Memenuhi kebutuhan air pelanggan, PDAM harus mensuplai dari embung Gunung Ulin melalui IPA Gunung Relly, meskipun kondisi  air di embung Gunung Ulin juga ikut menyusut.

"Saat ini stok air baku embung gunung Ulin turun 70 sentimeter dari batas nomor 600 sentimeter, setiap hari susut sekitar 5 centimeter,”  timpal Syarwani.

Kekhawatiran dari PDAM Kotabaru, jika embung Gunung Ulin dan Gunung Tirawan serta Perak dimaksimalkan melayani seluruh layanan, dipastikan stok di embung Gunung Ulin dalam sehari akan turun hingga 10 centimeter.

Kepala Dinas PUPR Kotabaru Maulidiansyah melalui Kabid SDA Hasbiyanta tidak menepis, imbas tidak turun hujan,  krisis air bersih di Kotabaru kembali mengancam pelanggan.
Menurut Hasbiyanta, solusi mengatasi krisis air bersih hanya dengan memperbanyak embung. Karena stok air baku berharap tadah hujan, bukan resapan (sumber) air.

Menyinggung perbaikan embung Tirawan pasca jebol dua tahun lalu, lanjut Hasbiyanta, tahap pertama sudah selesai dikerjakan pihak Balai.

"Tahun ini dilanjutkan tahap kedua," kata Hasbiyanta.

Heri/ Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!