Larangan Mudik Mulai 6 Mei, Sopir: Bagaimana Lagi Kami Mencari Nafkah? 


hallobanua.com, Banjarmasin - Larangan mudik lebaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah, menuai kontra para supir taksi antar Kota/Kabupaten. 

Meski begitu, para supir pun pasrah menerima peraturan larangan mudik yang akan dilaksanakan pada 6 Mei 2021 mendatang. 

Halik, salah satu supir taksi kol jurusan Hulu Sungai mengaku pasrah mendengar kabar adanya peraturan tersebut. 

Ia mengaku tidak ingin berurusan dengan petugas jika mengatar penumpang pada tanggal tersebut. 

"Katanya mulai tanggal 6 tidak bisa lagi. Ya mau gimana lagi, Tidak berani berlabuh (ngantar penumpang) daripada bermasalah dengan aparat yang berjaga di perbatasan kota," keluhnya. 

Ia mengaku, peraturan tersebut bakal membuat dirinya beserta teman seprofesinya bakal sulit mencari nafkah disaat pandemi. 

Karena sebelum adanya larangan mudik saja menurutnya pendapatan sudah sangat menurun. 

"Tadi aja mulai Amuntai sampai ke Banjarmasin cuma 3 orang penumpang saja. Malah terkadang di hari-hari sebelumnya kosong. Jadi larangan mudik ini malah bikin kami sulit mencari nafkah," ungkap pria 63 tahun itu. 

Senada dengannya, Asbani salah seorang sopir jurusan Kota Barabai juga mengaku keberatan dengan adanya aturan tersebut. 

Karena menurutnya, hanya dengan membawa penumpang  untuk mudik itulah menjadi mata pencahariannya. 

"Kabarnya ada penutupan di setiap pintu masuk kabupaten/kota. Kalau memang benar kami tentu keberatan soalnya mau cari nafkah gimana lagi. Ini satu-satunya usaha kami," keluhnya juga. 

Meski begitu, Asbani mengatakan bahwa kabar penutupan itu masih simpang siur. Ia mengaku sampai saat ini belum menerima edaran atau aturan larangan mudik maupun penutupan pintu masuk kabupaten/kota secara jelas dan detail. 

Ia pun bersama rekan seprofesinya berencana bakal menanyakan nasibnya kepada pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalimantan Selatan. 

"Rencananya memang ada pembicaraan dengan Organda, supaya kita bisa jalan. Karena kami juga perlu kejelasan soal larangan ini," ujar Asbani. 

Pihaknya juga berharap, agar bisa dipertemukan dengan pemerintah untuk bisa menyampaikan aspirasi dari nasib yang mereka alami dimasa pandemi saat ini. 

Rian Akhmad/ Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!