Masih Pandemi, Disbudpar Rencanakan Buat Virtual Tourism Untuk Meningkatkan Pariwisata


hallobanua.com, Banjarmasin - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin tengah membuat rancangan virtual tourism atau wisata virtual. 

Keterbatasan akibat pandemi Covid-19 yang terjadi, nembuat pihaknya tidak diam untuk meningkatkan geliat pariwisata di Kota Seribu Sungai ini. 

Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin, Ihsan Al Haq menjelaskan, konsep wisata virtual tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama anggota Forum Group Discussion (FGD) Virtual Tourism. 

Tujuannya tidak lain yakni untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di kota Seribu Sungai ini. 

"Video ini kita rancang sereal mungkin dengan konsep tiga dimensi. Jadi dengan membuka aplikasi virtual tourism ini seolah-olah bisa merasakan pengalaman seperti berkunjung langsung ke tempat wisata," ungkapnya belum lama tadi. 

Ditambahkannya, ada beberapa paket virtual tourism yang disiapkan untuk dilakukan penggarapan video, mulai objek wisata religi, wisata alam dan wisata lainnya. 

"Tapi untuk sekarang kita fokus dengan wisata religi dulu. Ada Makam Sultan Suriansyah, Makam Habib Basirih dan Kubah Surgi Mufti Sungai Jingah," ujarnya. 

Meski begitu, virtual tourism tersebut masih belum bisa diakses untuk masyarakat, lantaran masih dalam masa pengumpulan data dari berbagai pakar. Mulai dari Tenaga Ahli Kawasan dan Destinasi Wisata, Sejarah dan Budaya, Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi, Teknologi Informasi dan IT Support sampai ke Tenaga Ahli Pemasaran Pariwisata. 

"Ini juga tergantung dengan anggaran di tahun 2022 nanti. Baru bisa dibikin videonya," tandasnya. 

Terpisah, salah satu  tim ahli sejarah dan budaya di anggota FGD Virtual Tourism, Mansyur mengakui, pihaknya sengaja diajak bergabung ke dalam forum tersebut untuk memberikan masukan kepada Disbudpar tentang wisata virtual. 

"Kami dapat tugas mendeskripsikan latar historis tempat bersejarah atau destinasi wisata yang diunggulkan dalam virtual tourism," ungkapnya. 

selain itu, sebagai pakar sejarah dan budaya, Dosen FKIP ULM Prodi Pendidikan Sejarah itu juga bertugas menyusun deskripsi untuk menjadi acuan dalam merevitalisasi maupun menghidupkan kembali kebudayaan dan adat istiadat yang telah ditinggalkan.Seperti tradisi yang gunanya untuk melengkapi konten dalam virtual tourism. 

"Rencananya dalam bulan ini akan segera ke lapangan dan juga nanti membuat laporan awal analisa lapangan untuk melengkapi data virtual tourism," ungkapnya. 

Ia menilai, konsep wisata virtual tersebut sangat membantu dalam mempromosikan objek wisata yang dimiliki Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini di tengah pandemi. 

"Lewat virtual dulu promosinya. Karena sekarang kan kondisinya lagi pandemi. Jadi wisatawan bakal lebih tertarik datang ketika Pemko secara resmi sudah siap untuk membuka objek wisata," ujarnya. 

Diketahui, virtual tourism yang digarap oleh Disbudpar rencananya tidak hanya skala lokal, ditargetkan sampai nasional bahkan internasional. 

Rian Akhmad/ Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!