Penyidikan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Sengketa Pilgub Kalsel Berlanjut


hallobanua.com, Banjarmasin - Penyidik ​​Ditreskrimum Polda Kalsel melanjutkan penyidikan atas kasus dugaan pemalsuan dokumen yang dijadikan alat bukti dalam sidang sengketa hasil Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Paslon Nomor Urut 2, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D). 

Paling mutakhir, penyidik ​​telah menghadirkan tiga laporan termasuk si pelapor Abdul Muthalib yang sebelumnya merupakan Komisioner KPU Banjar untuk dikonfrontasi keterangannya masing-masing di Kantor Ditreskrimum Polda Kalsel, Senin (17/5/21). 

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa'i mengatakan, sudah ada 15 saksi yang berasal dalam tahap penyidikan. 

“Sampai sekarang sudah ada 15 orang saksi yang disediakan dalam penyidikan,” kata Kabid Humas. 

Ia menyebut masih akan dilakukan langkah-langkah lanjutan dalam penyidikan kasus-kasus tersebut, termasuk mengundang Cagub Kalsel dari Paslon Nomor Urut 2, H Denny Indrayana sebagai saksi. 

“Dalam waktu dekat akan diundang juga Prof Denny sebagai saksi,” kata Kabid Humas. 

Sebab, salah seorang saksi yakni Mahdianoor yang telah dikonfrontasi keterangannya oleh penyidik, mengaku telah menghubungi oleh pihak Paslon H2D untuk bertemu dengan Abdul Muthalib sebelum Sidang Sengketa Hasil Pilgub Kalsel Tahun 2020 di MK. 

Selain itu, penyidik ​​juga akan bergerak ke pihak percetakan surat dan kotak suara Pilgub Kalsel untuk melihat berapa banyak surat dan kotak suara yang dicetak dan berapa surat serta kotak suara yang telah direkapitulasi oleh KPU Kalsel. 

Tujuannya apakah penggelembungan suara seperti yang disebut dalam surat pernyataan yang tengah disidik kepolisian benar-benar terjadi atau tidak. 

Dky/ Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!