Petahana Unggul Penghitungan Suara dengan Selisih 8.116 Suara dari Ananda-Mu

hallobanua.com, Banjarmasin - Proses rekapitulasi dan penghitungan suara, untuk PSU ajang Pilwali Kota Banjarmasin, baik itu tingkat kecamatan, maupun tingkat kota telah usai dilaksanakan. 

Rapat pleno tersebut dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin,  di Ballroom G'Sign Hotel Banjarmasin, Minggu, (02/05/21). 

Dari hasi rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di tingkat kota tersebut , diketahui, petahana masih tetap memenangkan perolehan suara pilwali Kota Banjarmasin tahun 2020.

Terhitung dari hasil suara keseluruhan di 5 kecamatan di Kota Banjarmasin, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 yakni Ibnu Sina - Arifin Noor, meraup sebanyak 89.378 suara. 

Sedangkan paslon nomor 4 Ananda - Mushaffa Zakir, memperoleh 81.262 suara atau  selisih 8.116 suara dari paslon nomor 2. 

Sementara di posisi ketiga, ada paslon nomor urut 01, Abdul Haris Makkie - Ilham Nor dengan perolehan 34.875 suara. 

Sedangkan posisu terakhir ada paslon nomor urut 3, Khairul Saleh - Habib M Ali Alhabsyi dengan perolehan 29.926 suara. 

Kepada hallobanua.com, Ketua KPU Kota Banjarmasin, Rahmiyati Wahdah menerangkan, bahwa hasil perhitungan tersebut merupakan hasil dari seluruh kelurahan di 5 Kecamatan di Kota Banjarmasin. 

"Rekapitulasi ini merupakan hasil keseluruhan dari 52 kelurahan. Alias sudah ditambahkan dengan hasil PSU kemarin," ucap Rahmi, Minggu, (02/05/21). 

Dilanjutkan Rahmi, tahapan selanjutnya adalah penetapan,  bakal dijadwalkan dalam tiga atau lima hari ke depan. 

"Untuk pelantikan, mungkin seusai Hari Raya Idul fitri," ungkapnya. 

Meski begitu, proses hasil rekapitulasi dan penghitungan suara di tingkat kota, itu berjalan lancar, bukan berarti tak ada sanggahan. 

Diketahui, meski hasil rekapitulasi tersebut disetujui oleh 3 saksi dari paslon 01, 02 dan 03. Namun saksi dari paslon nomor 4, mengatakan masih tidak bisa menerima hasil rapat pleno tersebut. 

Itu datang dari saksi paslon nomor urut 4, yang tetap pada pendiriannya. Belum bisa menerima hasil rekapitulasi hingga penetapan hasil penghitungan itu. 

Dikonfirmasi terkait alasan penolakan, saksi dari paslon nomor urut 4, yakni Siti Aminah Finandia dan Rei menilai pelaksanaan PSU masih terjadi ketimpangan, yakni dugaan adanya keberpihakan kepada petahana. 

Meski begitu ujar Rahmi, hal itu tidak mempengaruhi terhadap tahapan selanjutnya. 

"Tidak ada pengaruh, kita tetap saja merencanakan tahapan kita terhadap penyelenggaraan ini yakni 3 sampai 5 hari kedepan menetapkan calon terpilih," pungkasnya. 

 Rian Akhmad/ Yayan

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!