Puncak Air Pasang Bulan Mei, Pemko Himbau Warga Waspada


hallobanua.com, Banjarmasin - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi  puncak air pasang akan terjadi di Banjarmasin pada bulan Mei ini. 

Menyikapi itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pun mengaku sudah melakukan berbagai upaya antisipasi. 

Salah satunya ialah melakukan pengerukan sungai-sungai yang sedimentasinya tinggi, seperti sungai A. Yani dan Veteran, yang sedari awal tentunya menjadi fokus Pemko untuk program normalisasi sungai. 

Kepada hallobanua com, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Doyo Pujadi mengklaim, bahwa pengerukan yang kala itu dilaksanakan Satgas Normalisasi Sungai sudah berjalan 50 persen. 

"Sejak tanggap darurat itu, kita sudah kerjak hampir 50 persenan. Sekarang 50 persen sisanya ini akan kita selesaikan," ucapnya di lobi Balai Kota, Senin (03/05/21) pagi. 

Doyo mengaku langkah tersebut cukup  efektif dan bahkan genangan-genangan yang terjadi sekarang tidak berlangsung lama. 

Pihaknya juga mengaku akan menyebar setidaknya menyebar 50 anggota dari tim pasukan turbo ke sungai-sungai untuk melakukan pengerukan, guna melancarkan arus sungai. 

"Setiap hari kita sebar. Termasuk sungai-sungai dangkal yang berasal dari laporan warga juga didatangi," ungkapnya. 

Adapun wilayah yang masih menjadi atensi  dan diprediksi bakal paling terdampak dengan adanya puncak air pasang ini, ujar Doyo, Yaitu wilayah Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur. 

"Dua daerah itu kita prediksi bakal terdampak. Oleh karenanya kita mengimbau juga kepada masyarakat untuk turut aktif melakukan antisipasi. Caranya bisa dengan gotong royong membersihkan saluran-saluran di wilayahnya," pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, bahwa Dinas PUPR juga telah melakukan refocusing atau realokasi anggaran internal, guna normalisasi sungai ini tetap berlanjut. Totalnya pun tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp10 M. 

"Kalau tahun-tahun sebelumnya menggunakan anggaran seadanya. Sekarang ada tambahan kekuatan anggaran di bidang sungai untuk normalisasi sungai. Ditambah lagi juga ada pergeseran dana Belanja Tak Terduga (BTT)," tutup Doyo. 

Rian Akhmad/ Yayan
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!