Dinkes Sasar Vaksinasi Lanjutan untuk ODGJ

hallobanua.com, Banjarmasin - Program vaksinasi di Banjarmasin, rupanya tidak hanya menyasar pekerja publik, tenaga pendidik, lansia dan pra lansia saja, namun juga kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Vaksinasi untuk ODGJ dilaksanakan di Rumah Singgah milik Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kamis, (24/06/21)., oleh Dinas Kesehatan setempat.

Dari pantauan hallobanua.com dilokasi, puluhan ODGJ bersiap untuk diberikan vaksin jenis sinovac tersebut.  Sebelum divaksin, mereka menjalani screening oleh dokter setempat. 

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menargetkan, vaksinasi ODGJ hari ini berjumlah 61 orang. 

Diketahui, sebelumnya Dinkes juga sudah melaksanakan vaksinasi ODGJ sebanyak 89 orang. 

"Dinkes Kota Banjarmasin, mentargetkan ada seribu ODGJ mesti divaksinasi karena ODGJ termasuk yang rentan terpapar Covid-19," ucapnya, saat memantau pemberian vaksin ODGJ. 

Dijelaskan Machli, tidak ada batasan usia untuk ODGJ yang divaksin. Namun yang menjadi sasaran, adalah ODGJ yang selama ini selesai menjalani perawatan di RSJ Sambang Lihum. 

"Vaksinasi ODGJ nantinya akan berangsur-angsur dilakukan hingga seluruh ODGJ di Kota Banjarmasin mendapatkan vaksinasi," kata Machli. 

Di sisi lain, Jubir Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin tersebut mengaku memvaksin ODGJ tidaklah mudah. Harus bekerja sama dengan lintas sektor, baik Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga Satpol pp. 

Menurutnya hal itu dilakukan karena tidak menutup kemungkinan ODGJ yang divaksin bisa saja mengamuk. 

"Saat screening, juga demikian. Tidak semua ODGJ bisa berkomunikasi secara normal. Maka, kami juga memerlukan pihak keluarga yang bersangkutan untuk membantu," bebernya. 

Lebih lanjut. Machli menuturkan bahwa pada proses Vaksinasi ODGJ juga kerap mengalami penolakan utamanya dari pihak keluarga yang bersangkutan. 

Tapi sesudah diedukasi, menurutnya keluarga yang bersangkutan pun paham, dan akhirnya bersedia divaksin. 

Kendati demikian ujarnya, tidak semua ODGJ bisa divaksinasi. Ia juga menilai ada skala prioritas. Misalnya, ODGJ yang divaksin mesti bebas dari komorbid atau penyakit penyerta. 

"Bila memiliki hipertensi dan diabetes tentu tidak boleh divaksin. Kami upayakan vaksinasi berangsur-angsur berjalan, hingga semua ODGJ tervaksin semua," tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto membenarkannya akan adanya kegiatan vaksinasi tersebut. 

Iwan mengatakan, bahwa pihak Dinkes Kota Banjarmasin, sudah berkoordinasi dengan pihaknya. 

"Ini vaksinasi yang kedua kalinya yang digelar. Sebelumnya, juga sudah pernah dilakukan dengan jumlah sasaran berbeda," singkatnya. 

Rian Akhmad/May

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!