IJTI Kalsel Gelar Uji Kompetensi Jurnalis, Budi: Jangan Ada Lagi Kesenjangan Organisasi Kewartawan

hallobanua.com, Banjarmasin - Ikatan Jurnallis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Selatan menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) televisi, di Banjarmasin, Kamis (24/6/21). 

Berlangsung selama dua hari, Uji kompetensi ini juga turut diikuti jurnalis televisi dari berbagai media di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Dalam hal ini Anggota Dewan Pers Hassanein Rais, mengatakan uji kompetensi menjadi penting bagi jurnalis televisi di tengah banyak bermunculan media saat ini. 

Uji kompetensi juga mengukur kesadaran, pengetahuan dan keterampilan jurnalis televisi itu sendiri. 

"Masyarakat punya hak untuk memperoleh informasi yang akurat dan relevan. Untuk itu diperlukan jurnalis yang profesional untuk memilah dan memilih Informasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Maka penting uji kompetensi ini untuk menyaring wartawan abal-abal dan yang serius," katanya.

Sementara Sekjen IJTI Indria Purnama Hadi mengatakan, angggota Ikatan Jurnallis Televisi Indonesia (IJTI) saat ini sebanyak 2500 dimana dari semua jumlah itu sudah sekitar 1000 orang yang memiliki sertifikasi uji kompetensi. 

"Semoga apa yang kita laksanakan disini menciptakan wartawan yang tangguh, profesional dan bertanggung jawab,"ujarnya.

Ditambahkan, Ketua IJTI Kalsel, Budi Ismanto,  menyoroti soal kesenjangan antara organisasi kewartawanan. 

Perhatian pemerintah daerah terhadap organisasi kewartawanan resmi di Kalsel dinilai cenderung dibeda-bedakan. 

“Jangan sampai di Kalsel, terutama di kalangan pemerintah, lembaga, dan institusi daerah membeda-bedakan organisasi kewartawanan yang resmi. Ini yang terpenting,” kata Budi. 

Pemerintah daerah harus melihat bahwa semua organisasi kewartawanan memiliki hak yang sama untuk maju. Mendapatkan perhatian, bimbingan, termasuk dalam hal anggaran kegiatan merupakan hak yang dimiliki organisasi. 

“Jangan lagi ada diskriminasi dan perbedaan. Ini anak emas itu anak tiri, jangan sampai itu terjadi. Yang kita rasakan perbedaan itu masih terasa,” imbuhnya.

IJTI khususnya di Kalsel diharapakn terus berkembang dan maju. Turut memberikan kontribusi guna pembangunan daerah di Kalsel. 

“Ke depan IJTI akan bisa lebih besar, lebih bagus memiliki kontribusi yang pas dan jelas untuk ikut membangun Kalsel,” tutupnya.

Dky/ May

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!