Pemko Banjarmasin Pastikan SHGB DI Pasar Sudimampir Tak Diperpanjang


hallobanua.com, Banjarmasin - Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) puluhan persil bangunan toko di Pasar Sudirapi Banjarmasin dipastikan tidak diperpanjang oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. 

Hal tersebut dilakukan karena merupakan bentuk tindak lanjut dari rencana untuk mengelola sendiri bangunan yang ada di atas tanah Pemko Banjarmasin tersebut. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengungkapkan, SHGB puluhan persil bangunan toko di Pasar Sudirapi tersebut akan berakhir pada awal Juli 2021 mendatang. 

"Insyaallah SHGB nya akan berakhir 3 Juli 2021, dipastikan Pemko Banjarmasin pun tidak akan memberikan rekomendasi perpanjangan," ujarnya. 

Menurut Tezar, keputusan pihaknya untuk tidak memperpanjang SHGB di kawasan Pasar Sudirapi tersebut merupakan hasil dari rapat yang dilakukannya beberapa waktu lalu. 

"Hasil rapat kita beberapa hari yang lalu, Pemko Banjarmasin tidak memberikan rekomendasi perpanjangan SHGB untuk 38 persil bangunan toko yang ada disana dan kedepannya kota akan melakukan pengelolaan sendiri," ujarnya. 

Pengelolaan sendiri tersebut ujar Tezar yaitu dengan memberlakukan sistem retribusi kepada para pedagang yang selama ini menggunakan bangunan toko disana. 

"Kita prioritaskan pedagang yang ada disana untuk tetap menempatinya, dengan surat perjanjian. Mereka diwajibkan membayar retribusi setiap bulan," jelasnya. 

Adapun retribusinya kedepan, Tezar juga menerangkan bahwa pihaknya pun sedang menyusun regulasinya. 

"Dan kita pun juga berencana menurunkan kelas Pasar Sudi Rapi dari A menjadi D, dengan harapan pedagang tidak keberatan dengan besaran retribusinya," katanya. 

Pihaknya pun berharap dengan adanya retribusi tersebut dapat meningkatkan  Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Ia menuturkan, potensi ratusan juta bisa saja didapat dari pengelolaan pasar tersebut yang datang dari retribusi. 

"Mudah-mudahan ini meningkatkan PAD kota Banjarmasin khususnya dari penerimaan pasar. Selama ini kan tidak sama sekali masuk PAD. Nah dengan kita lakukan pengelolaan, Insyaallah ratusan juta per tahunnya akan bisa masuk ke PAD kita," tutup Tezar. 

rian akhmad/may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!