Petisi Ditandatangani, Firman: Kami Tidak Ingin Berikan Janji Palsu kepada Mahasiswa

 
hallobanua.com, Banjarmasin - Sempat bersitegang saat aksi #saveKPK yang digagas gabungan mahasiswa se-Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga sempat memanas dan terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat, juga sempat diwarnai aksi walk out oleh 2 orang anggota DPRD Kalsel.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Firman Yusi dan Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Hj Rachmah Norlias, sempat meninggalkan lokasi aksi untuk meredam situasi panas yang sempat terjadi. 

Pasca suasana agak tenang, Firman dan beberapa anggota legislatif kembali mendatangi dan menemui para mahasiswa, untuk melakukan penandatanganan langsung petisi.

Dalam petisi yang disodorkan oleh gabungan dan elemen mahasiswa BEM se Kalsel ini, meminta DPRD Kalsel menyerahkannya ke Presiden Joko Widodo.

Meski begitu, Firman Yusi, mengatakan pihaknya mengapresiasi apa yang disampaikan mahasiswa, namun menurutnya harus saling menghormati dan memahami birokrasi. 

"Pertama tidak ada yang bisa memaksakan kehendak mereka, kedua harus mengikuti prosedur. Kami sudah didelegasikan ketua untuk menemui mereka, otomatis kami berwenang untuk menandatangani petisi mereka," kata Firman Yusi disela aksi masa, Senin, (21/06/21) 
Menurutnya, pihaknya tidak bisa memberikan jaminan untuk langsung bertemu Presiden sesuai permintaan mahasiswa, karena semua ada prosedurnya. 

 

Firmansyah Yusi, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel

"Petisi mereka akan kami bawa hari ini dan jika esok pun bisa kami berangkat tapi kalau bertemu Presiden itu kami tidak bisa Janji. Karena kami tidak ingin memberikan janji palsu kepada mahasiswa," pungkasnya. 

Sementara itu, Wakil Persma UIN Antasari Banjarmasin, Arbani mengatakan, ia bersama BEM Seka bakal menurunkan masa lebih banyak lagi apabila tuntutan mereka tidak diserahkan ke Pemerintah Pusat. 

"Apabila DPRD Kalsel tidak menyampaikan aspirasi kami dalam waktu 1x24 jam ke Pemerintah Pusat, kami akan turunkan massa lebih banyak," tutupnya. 

Seperti diberitakan, aksi bertajuk Seruan Aksi Selamatkan KPK tersebut berlangsung sejak pukul 14.00 Wita, dari titik kumpul yakni taman Kamboja menuju Gedung DPRD Provinsi Kalsel. 

Dalam unjuk rasa itu sempat diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan aparat, hingga terjadi aksi saling dorong. Untungnya, keributan itu segera teratasi.

Rian Akhmad/ May
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!