Tersangka Mutilasi di Belitung Reka 27 Adegan, Kapolsek : Ancaman Hukuman Mati

 
hallobanua.com, Banjarmasin - Reserse Kriminal Polsek Banjarmasin Barat menggelar rekonstruksi pembunuhan perempuan di Jalan Belitung Darat, gang Keluarga pada 2 Juni 2021 lalu, yang sempat menggegerkan  di Banjarmasin. 

Dari pantauan hallobanua.com saat rekonstruksi, tersangka Harry Purwanto (40),  memperagakan sebanyak 27 adegan reka ulang dalam kasus mutilasi tersebut, terhadap korbanya Rahmah (33) diperagakan oleh orang lain. 

Dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut, termasuk adegan sadis dirinya menggorok korban berulang-ulang. 

"Adegan 7 hingga ke 8 itu, korban kehilangan nyawanya," Ucap Kapolsek Banjarmasin Barat, AKP Faizal Rahman usai rekonstruksi, Jum'at (25/06/21) siang. 

 

Rekonstruksi pembunuhan digelar di Mapolsek Banjarmasin Barat bukan di TKP awal, hal itu dilakukan karena faktor keamanan dan faktor kerumunan. 

"Karena faktor keamanan, kalau di TKP sebenarnya kankan pengamanan juga harus lebih ekstra," kata Kapolsek. 

Belum lagi kemungkinan warga yang turut menyaksikan rekonstruksi tersebut bisa menimbulkan kerumunan. 

Adapun motif Herry tega menghabisi Rahmah dengan cara sadis itu, kata Kapolsek adalah lantaran merasa kesal yang luar biasa karena merasa ditipu dan diperas. 

"Jadi tersangka ini sakit hati, jadi berpikir untuk membunuh korban karena sudah terlalu banyak ditipunya," ujar Faizal. 

Disinggung apakah tersangka mengalami gangguan kejiwaan? Kapolsek membantah hal tersebut. Ia pun mengaku tidak ada dilakukan pemeriksaan khusus kepada tersangka. 

"Berdasarkan apa yang kami lihat, pelaku ini (kondisi kejiwaannya) normal, ketika berkomunikasi nyambung saja, tidak ada yang ngawang," jelasnya. 

Dilanjutkan Kapolsek, adapun proses hukum sejauh ini akan segera dilimpahkan ke kejaksaan. 

"Tinggal mengirim berkas dan dilimpahkan ke kejaksaan secepatnya," paparnya. 

Atas kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. 

rian akhmad/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!