Belasan Tahun Warga di Kelurahan Kebun Bunga Keluhkan Limbah Lumpur PDAM Meluber ke Sungai

Buangan limbah lumpur PDAM cemari sungai

Hallobanua.com. Banjarmasin - Sudah bertahun-tahun warga di kawasan Kebun Bunga Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Banjarmasin Timur mengeluh terkait pencemaran sungai. 

Sungai tersebut tepatnya berada di kawasan Jalan kuripan RT 1. Tercemar akibat dampak pembungan Limbah (Amdal) dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih. 

Ketua RT 5 Kebun Bunga Nawari SH mengatakan pencemaran ini sudah dirasakan warga selama sebelas tahun lamanya. 

Warga disana mengeluh, karena bukan hanya mencemari sungai namun sering muncul bau tak sedap akibat lumpur tersebut. 

"Sudah sebelas tahun pak kami disini merasakan seperti ini,"ujarnya mewakili warga lainnya. 

Bahkan, yang lebih parah saat terjadi Banjir di awal tahun 2021 lalu, air genangan banjir sulit untuk kembali surut karena sungai dangkal oleh lumpur. 

"Pas waktu banjir itu pak, genangan banjirnya lama baru bisa surut, mau kemana airnya sungainya aja dangkal akibat lumpur,"ucapnya. 

Warga kata Dia, juga sering was-was jika terjadi hujan lebat  yang berbarengan dengan air pasang, karena sungai meluap dan lumpur masuk ke dalam rumah. 

"Kalau hujan lebat dan sungainya lagi pasang lumpurnya masuk ke rumah," bebernya. 

Memang kata Nawari, sempat ada peninjauan dari sejumlah orang yang datang ke lokasi untuk melihat kondisi sungai tersebut namun sampai kini belum ada tindak lanjut. 

"Ada dari anggota DPRD, LSM dan lainnya tapi tidak  ada juga tindak lanjut," bebernya. 

Warga disana kata Nawari, hanya berharap perhatian dari pemerintah kota agar segera menidaklanjuti keluhan ini segera. 

"Harapan warga disini supaya cepat aja ditindak lanjuti, soalnya sebelumnya sejak 11 tahun lalu ada yang mengerjakan dan sering dikeruk. Kalau bisa jangan lagi di buang ke sungai ini,"tukasnya. 

Saat di konfirmasi, Walino Manager Produksi dan Distribusi PDAM Bandarmasih mengakui pihaknya belum maksimal dalam menangani limbah lumpur bekas pengelolaan air bersih. 

"Limbah tersebut akibat Air baku PDAM yang semakin tahun keruh dan jumlah pelanggan meningkat, jadi berakibat ke penampungan lumpur kita meluber," ucap Walino. Rabu (22/7/21). 

Rencananya akhir tahun ini pihak PDAM Bandarmasih akan berusaha menyelesaikan masalah limbah lumpur yang tertumpuk dialiran sungai di kawasan Kebun Bunga tersebut.  

Salah satunya dengan upaya membeli jenis alat D’Counter yang dijanjikan bisa menjawab keluhan masyarakat yang terdampak limbah lumpur serta ditarget sudah beroperasi pada pertengahan tahun depan 

"Mewakili PDAM Bandarmasih meminta maaf kepada warga yang terdampak Limbah lumpur tersebut khusunya kepada warga sekitar," tutupnya. 

Dky/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!