Dulu Becek, Sekarang Warga di Komplek A.Yani RT 22 Menyulapnya Jadi Bersih dan Cantik

Hallobanua.com, Banjarmasin - Meskipun pandemi Covid-19, tidak menghentikan kreatifitas warga Komplek A Yani 1, RT. 22 RW. 01, Kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur untuk menghias kampungnya. 

Saat disambangi hallobanua.com, dilapangan, terlihat berbagai lukisan warna-warni di sepanjang jalan yang dicor semen dikawasan Jl. Veteran tersebut. 

Bahkan, terdapat juga lukisan 3 dimensi seperti perahu, bunga-bunga, tokoh kartun dan emotikon. 

Tidak hanya itu, lingkungan di sepanjang jalan tersebut juga terlihat bersih tanpa ada sampah sedikitpun. 

Ketua RT. 22, Sri Wahyuningsih, saat ditemui awak media mengaku, kreativitas tersebut murni berasal dari warganya. Mulai dari kerja bakti hingga membeli bahan cat untuk melukis jalanan gang. 

"Semua ini warga yang mengerjakan. Mulai dari beli cat, melukis dan mengecat pun kami semua mengerjakan secara gotong royong. Kalau dihitung-hitung Rp 2 juta lebih sudah habis warga patungan," ucapnya, Sabtu, (24/07/21) siang. 

Lukisan ini ujarnya sudah dikerjakan sejak 1 minggu yang lalu mulai dari RT. 22 mewakili Kelurahan Pengambangan untuk mengikuti lomba kebersihan yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin. 

Dan akhirnya, RT. 22 terpilih masuk dalam 10 besar dan lanjut ketahap berikutnya. 

Oleh karena itu, warga pun lebih berkreatifitas membuat berbagai hiasan. Bahkan, selain jalur Anggrek, warga juga berkeinginan memperluas hingga ke jalur Melati dan Aster. 

"Kita kerjakan sedikit demi sedikit. Karena sambil nunggu pendanaanya juga. Rencananya dinding depan pintu gerbang itu akan kita lukis dan atas jalan kita kasih lampu-lampu hias," kata Ibu yang akrab disapa Yuyun itu. 

Meski begitu, ia mengaku pasti ada kesulitan saat proses pelukisan jalan. 

Seperti soal biaya yang cukup mahal untuk membeli cat khusus di atas jalan semen, serta faktor cuaca, yang mempengaruhi penyelesaian pekerjaan. 

"Catnya khusus dan mahal. Jadi warga inisiatif sendiri mengoplos warnanya untuk meminimalisir pengeluaran. Makanya sangat berharap adanya bantuan dan sponsor. Faktor hujan juga mempengaruhi. Sempat dua hari tidak bisa mengerjakan," pungkasnya. 

Sementara itu, Sudarmaji, salah seorang warga RT. 22 yang juga sesepuh di wilayah tersebut, mengaku sangat bersyukur dengan inisiatif warga tersebut. 

Pria 80 tahun itu menceritakan, bagaimana kondisi wilayahnya dulu. Di mana dulunya, jalan di RT. 22 ini hanya berupa tanah dan sangat kotor. 

Namun setelah jalan dicor semen, warga pun berinisiatif memperindah lingkungan sekitar. Yakni dengan melukis jalanan, ditambah tanaman hiasan di depan rumah-rumah warga.

rian akhamad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!