Mantan Isteri Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi PD Baramarta Ikut Dihadirkan di Persidangan Lanjutan


hallobanua.com, Banjarmasin - Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi PD Baramarta kembali digelar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Senin (6/7/21 kemarin. 

Dengan terdakwa mantan Dirut PD Baramarta, Teguh Imanullah. Sidang dipimpin ketua majelis hakim, Sutisna Sarasti. 

Dalam sidang itu juga menghadirkan dua orang saksi oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu Inspektorat Kabupaten Banjar, Kencana Wati. 

Serta menghadirkan Lailan Insyiroh yang merupakan mantan isteri terdakwa Teguh Imanullah saat menjabat sebagai Dirut PD Baramarta. 

Lailan Insyiroh dalam kesaksiannya mengaku sempat menjalani hidup sebagai suami-isteri sejak tahun 2017 hingga 2020. 

Dia mengaku hanya mengetahui jika penghasilan terdakwa sebagai Dirut PD Baramarta sebesar Rp 20 juta perbulan.  

"Yang saya tahu gajinya sebagai Dirut itu Rp20 juta," ucap Lailan. 

Dirinya juga mengakui, selam hidup bersama terdakwa Teguh Imanullah memiliki pengeluaran yang lebih besar di banding gaji yang diterimanya sebagai Dirut PD Baramarta. 

Hal itu karena terdakwa bisa membayar cicilan dua unit mobil yang dibeli pada tahun 2017 dan tahun 2019, dengan besaran cicilan masing-masing Rp13,8 juta dan Rp13 juta perbulan dengan waktu 4 tahun. 

Sedangkan untuk biaya kehidupan sehari-hari, Lailan mengaku diberi uang harian oleh terdakwa dengan nilai beragam.  

"Biasanya diberi Rp300 ribu sehari, kecuali Sabtu dan Minggu, Pak Teguh ada di rumah ya tidak (diberi uang harian)," ujarnya. 

Terdakwa kata saksi juga pernah membayar biaya operasi laparoskopi untuknya dengan biaya kurang lebih Rp65 juta. 

"Semua dibayarkan Pak Teguh, saya tidak tahu dari mana,"bebernya. 

Selain itu, juga diakui jika terdakwa pernah menggelontorkan uang mencapai Rp 45 juta untuk membayar sewa apartemen mewah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Lailan menyebutkan, apartemen tersebut disewa oleh terdakwa tanpa sepengetahuan dirinya untuk tempat tinggal seorang wanita yang disebutnya merupakan orang ketiga di rumah tangganya. 

Sementara terdakwa Teguh Imanullah saat menyampaikan pernyataan. Ia berujar memiliki sumber pendapatan lain di luar gaji yang diterimanya sebagai Dirut PD Baramarta. 

"Saya memang mempunyai penghasilan lain di luar gaji sebagai Dirut PD Baramarta. Itu bisa dilihat di BAP saya saat pemeriksaan oleh Kejaksaan," ucap Teguh. 

Sedangkan saksi lainnya pada persidangan kali ini yaitu Inspektorat Kabupaten Banjar, Kencana Wati dalam kesaksiannya lebih banyak menjelaskan terkait teknis pemeriksaan keuangan yang dilakukan Tim Auditor Inspektorat Kabupaten Banjar terhadap PD Baramarta di tahun 2020. 

Dky/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar