Penggali Kubur Tak Pakai APD, DLH Bantu Fasilitasi ke Dinkes

Mukhyar, Kepala DLH Kota Banjarmasin

Hallobanua.com, Banjarmasin - Sejumlah penggali makam untuk jenazah Covid 19, yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti hazmat saat bekerja, ikut menjadi perhatian dari DLH Kota Banjarmasin. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar, berjanji akan memfasilitasi dan menyampaikan persoalan itu kepada dinkes setempat. 

Mukhyar pun berencana bakal meminta kembali APD beserta suplemen kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin. 

"Nanti kita pintakan lagi ke Dinkes untuk sekitar 5 orang petugas. Begitu juga dengan suplemen. Akan kita hitung lagi berapa keperluannya. Karena kalau kebanyakan tapi tidak dipakai juga sayang," ucapnya, saat ditemui awak media di Balai Kota Banjarmasin. 

Selain itu, ia mengungkapkan jika pemko memberikan gaji kepada petugas pemelihara TPU. 

Meskipun diakuinya ada saja dari pihak keluarga yang memberi tambahan untuk upah menggali kubur. 

"Mereka digaji Rp1,8 juta perbulan. Tapi itu untuk pemeliharaan tidak termasuk pemulasaran. Makanya harus dipikirkan lagi ke depan dengan Dinkes. Selama ini memang belum pernah dapat. Namun tidak ada keluhan juga dari mereka karena bagian dari ibadah," imbuhnya. 

Pelaksana harian (Plh) Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin itu juga menjelaskan, bahwa di awal-awal pandemi petugas di TPU kerap menggali kubur sampai empat lubang dalam sehari. 

Namun sekarang sudah berkurang, seiring dengan banyaknya pihak keluarga yang menguburkan di alkah keluarga. 

"Meski angka kematian sekarang tinggi, tapi pihak keluarga bisa memilih membawa jenazah ke alkah sendiri. Kalau disitu semua, tidak bisa menampung lahan yang disediakan," katanya. 

Sekarang sudah ada sekitar 300 makam. Tapi masih mampu menampung sampai 1.000 lagi," tutup Mukhyar. 

rian akhmad/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!