Permintaan Donor Plasma Konvalesen Hingga dari Luar Kalsel

Hallobanua.com, Banjarmasin - Sulitnya mencari pendonor plasma konvalesen, membuat Palang Merah Indonesai (PMI) Kota Banjarmasin meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Pihaknya meminta agar Pemprov melakukan pendataan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya yang menjadi penyintas Covid-19 untuk pengecekan titer antibody agar mendonorkan plasma konvalesennya. 

"Kita berkoordinasi dengan Kadinkes Provinsi Kalsel, mudah mudahan nanti kita bertemu untuk membicarakan permasalahan tersebut," ujar Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr. Aulia Ramadhan Supit 

Melihat potensi yang ada di kalangan ASN, baik pemprov maupun pemko, ia menilai bisa memproduksi lebih banyak plasma konvalesen. 

"Misalnya dari data pemprov ada 3.500 orang yang sembuh, diambil beberapa persen saja dari kalangan ASN, tentu bisa memenuhi kebutuhan plasma. Karena satu orang pendonor, bisa menghasilkan dua kantong plasma," imbuhnya. 

Saat ini menurut pria yang biasa disapa dr. Rama tersebut, permintaan donor plasma konvalesen sangat signifikan. Mengingat saat ini kasus Covid-19 di Kota Seribu Sungai terjadi peningkatan. 

"satu bulan yang lalu, kami memproduksi hingga 70 kantong plasma. Namun bulan ini, sampai hari ini, kita memproduksi sekitar 232 kantong. Tentu peningkatan luat biasa,"katanya. 

Tidak hanya itu, untuk memudahkan metode pelayanan, Rama mengatakan bahwa pendonor tak perlu langsung datang ke UDD PMI Kota Banjarmasin. Tapi, cukup melakukan pengecekan darah di wilayah masing-masing. 

"Kemudian, daerah nanti yang mengirimkan darahnya ke kami untuk dicek titer antibodi-nya. Bila titer antibodi-nya bagus, baru si pendonor datang ke sini. Itu lebih efektif," sarannya. 

Meski begitu, pihaknya mengaku agak kesulitan mencari para pendonor plasma konvalesen. 

"Terakhir kemaren masih banyak antrian permintaan, sekitar 100 kantong lebih. Tentu saja itu kami belum bisa memenuhi," ungkapnya. 

Selain itu, permintaan juga banyak berasal dari luar daerah Kalsel. Seperti Kalteng, Kaltim Hingga Kalbar. 

"Bahkan Pontianak pernah nelpon. Dari Blitar juga pernah minta. Tapi kita alihkan kedaerah Jawa Timur, karena kejauhan kalau minta kesini," tutupnya. 

Ia pun turut menghimbau agar masyarakat berhati-hati atau tak menganggap remeh penularan virus yang menyerang pernafasan tersebut. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!