PPKM Level IV, Absen Sidik Jari di Pemko Ditiadakan Sementara

Hallobanua.com, Banjarmasin – Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin dan SKPD Lingkup Pemko Banjarmasin, mulai hari Senin (26/07/21) ini, memberlakukan Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. 

Hal ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 440 /02-P2P/Dinkes Kota Banjarmasin tentang Penetapan PPKM Level IV di Kota Banjarmasin. 

Menurut Plt Asisten Administrasi Umum, Setda Kota Banjarmasin, Akhmad Husaini, Sekretariat Daerah termasuk sektor instansi non esensial yang dalam kegiatan PPKM Level IV ini wajib memberlakukan Work From Office (WFO) sebanyak 50 persen untuk para ASN-nya, dan WFH 50 persen. Karena itu, sementara ini absen sidik jari untuk para ASN ditiadakan. 

Untuk SKPD lain, lanjutnya, silakan memberlakukan hal yang sama. 

Hanya saja, pesannya, selama PPKM Level IV dilaksanakan, pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan maksimal. 

“Jadi mulai hari ini absen sidik jari ditiadakan, kemudian kita juga memberlakukan status sektor instansi non esensial dimana 50 persen ASN masuk, dan 50 persen ASN bekerja dari rumah. SKPD lain juga berlaku hal yang sama, tetapi untuk pelayanan kepada masyarakat harus tetap diutamakan,” ujarnya, saat memberikan arahan dalam kegiatan Apel pagi rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin. 

Menghadapi penetapan kota berjuluk seribu sungai sebagai wilayah yang wajib memberlakukan PPKM Level IV, ia berpesan kepada seluruh ASN lingkup Pemko Banjarmasin untuk menyikapinya secara wajar dan jangan berlebihan. 

Bahkan, ia menginginkan para ASN lingkup Pemko Banjarmasin lebih memperkuat imun tubuh dan kesehatan. 

Diberitakan sebelumnya, Kota Banjarmasin melaksanakan PPKM Level IV mulai hari ini hingga 8 Agustus 2021. 

Kegiatan tersebut sesuai Surat Edaran Nomor 440 /02-P2P/Dinkes Kota Banjarmasin tentang Penetapan PPKM Level IV di Kota Banjarmasin, yang ditandatangani Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, dalam PPKM level IV ini akan diberlakukan Work From Office (WFO) untuk kegiatan perkantoran dengan kategori, sektor instansi non esensial 50 persen WFO, 50 persen Work From Home (WFH) disertai dengan Protokol Kesehatan yang ketat. 

Kemudian sektor instansi esensial 75 persen WFO, 25 WFH dengan Protokol Kesehatan yang ketat, dan untuk sektor instansi kritikal diberlakukan 100 persen WFO dengan Protokol Kesehatan yang ketat. 

Diskominfotik dan rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!