Ulama Ciptakan "Smart Checker" Untuk Mempermudah Pendataan Vaksinasi


Hallobanua.com, Banjarmasin - Salah seorang ulama di Banjarmasin membuat sebuah alat yang diklaimnya mendeteksi apakah seseorang sudah divaksi covid 19 atau belum, melalui sebuah alat yang diberi nama Smart Checker. 

Alat itu, menurut sang pencipta, Habib Fathurrahman Bahasyim dapat mendeteksi seseorang bervaksin. 

"Lebih gampang mentrack sudah atau belumnya orang divaksin hanya menggunakan e-KTP," ucapnya saat diaambangi awak media, Sabtu, (31/07/21) 

Cara kerja alat tersebut itu dijelaskannya,  yakni dengan cara mendekatkan  e- KTP ke smart checker, dan sensor pun mendeteksi chip yang ada di e-KTP melalui sensor di alat tersebut. 

Alat itu pun dklaimnya dapat mengidentifikasi masyarakat apakah sudah bervaksin atau belum melalui e-KTP. 

Namun saat ini, Ia hanya menggunakan database pribadi yang  diciptakan untuk simulasi alat tersebut. 

"Misal jika kita sambungkan dan sinkronisasi ke database ke data vaksianasi pemerintah, alat tersebut juga dapat mempermudah administrasi terkait data vaksin serta mengetahui seberapa besar jumlah masyarakat divaksin dalam suatu daerah," jelasnya. 

Habib Fathur mengaku, mulai membuat alat tersebut sejak seminggu yang lalu. Sejak awal pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Banjarmasin. 

"Mulai dari ide awal yakni saat PPKM kemarin. Soalnya ada kan sempat viral fotocopy KTP itu. Jadi diciptakan alat ini supaya mempermudah masyarakat saat validasi data," terangnya. 

Untuk membuat alat tersebut, Habib Fathur menghabiskan dana sekitar Rp 4 juta rupiah. Hal itu menurutnya cukup terjangkau jika dibuat secara massal oleh pemerintah setempat. 

Buyut dari Habib Basirih tersebut juga mengaku saat ini pemerintah setempat sudah ada yang memperhatikan alat ciptaannya itu, yakni  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin serta Satgas Covid-19 Banjarmasin yang berencana bakal melakukan audiensi kepada Walikota Banjarmasin. 

"Karena memang baru alatnya, alhamdulillah ada komentar untuk audiensi ke pak Walikota, itu rencananya," tuturnya. 

Ia pun mengaku bakal mempatenkan alat ciptaannya tersebut guna kepentingan seluruh ummat dan masyarakat. 

Habib Fathur pun berharapan alat ciptaannya tersebut dapat diadopsi pemerintah daerah atau nasional untuk digunakan difasilitas milik pemerintah. 

"Dalam artian ini bisa mempermudah dalam tracking warga yang sudah vaksin atau belum. Ini juga bisa dimanfanfaatkan lagi untuk fasilitas pemerintahan yang lain," pungkasnya. 

rian akhmad / may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!