Jembatan Gantung Perintis di Desa Alat HST Mulai Dibangun

hallobanua.com, Barabai - Vertical Rescue Indonesia bersama Yayasan Ruang Pelita Kalimantan memulai pembangunan Jembatan Gantung Perintis untuk masyarakat di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (11/8/21).

Jembatan tersebut dibuat merespons dari keluhan masyarakat yang sebelumnya akses mereka terputus pasca diterjang banjir Januari silam. 

Sebelumnya juga, masyarakat sudah membuat jembatan darurat sebagai alternatif penyeberangan. 

Namun, karena jembatannya rendah dan terkesan seadanya, maka ketika terjadi kenaikan debit air, jembatannya pun hanyut hingga 9 kali terbawa arus air deras.

Riko Saputra selaku Komandan Tim Vertical Rescue Indonesia Pusat menjelaskan jembatan yang dibuat ini sifatnya perintis. 

Meskipun demikian, jembatan tersebut sudah diperhitungkan untuk mengantisipasi kenaikan debit air seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.

"Jembatan gantung perintis ini merupakan bagian dari Program Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia," ucap Riko.

Untuk ukuran jembatan, kurang lebih lebar 1,2 meter, panjang 80 meter, dan tiinggi 6 meter.

Terlebih lagi, Jembatan tersebut merupakan akses vital antar masyarakat yang menghubungkan Desa Alat RT 02 dan RT 03 setempat baik untuk sumber ekonomi, sekolah, tempat ibadah, maupun aktivitas lainnya. 

Sementara itu, Pebriansyah Koordinator Relawan dari Yayasan Ruang Pelita Kalimantan menuturkan, pendanaan jembatan tersebut merupakan hasil dari donasi ribuan orang baik yang dititipkan kepada Kitabisa.com.

Lebih lanjut, program pembangunan jembatan ini merupakan kegiatan tindak lanjut dari berbagai macam program yang sudah dilaksanakan sebelumnya dilokasi tersebut.

"Jembatan ini kita beri nama Jembatan Harapan yang semoga dapat membantu akses masyarakat," kata Pebri.

Kemudian, untuk pelaksanaan pembangunan hingga selesai nantinya, pihaknya bekerjasama dengan Tim Vertical Rescue Indonesia sebagai Tim Teknis, dan Kitabisa.com sebagai sumber dana penghimpun masyarakat.

Selain itu, pembangunan ini juga turut melibatkan masyarakat setempat serta relawan-relawan lokal dari berbagai macam latar belakang, yang mempunyai misi yang sama membantu masyarakat.

"Semua ini kita lakukan dari masyarakat untuk masyarakat," tutup Pebri.

Tim Liputan/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar