KKN ULM: Cocopot Solusi Sederhana Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa

 

hallobanua.com, Barito Kuala - Sejumlah mahasiswa program KKN-PPM Hybrid ULM 2021 di Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala menyulap limbah sabut kelapa menjadi pot cantik ramah lingkungan sebagai media menanam tanaman toga dan hortikultura di pekarangan, Kamis, (22/07/21) tadi. 

Kegiatan workshop ini merupakan salah satu program kerja dari kelompok 40.3 yang diikuti oleh 15 anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Beringin Kencana, dimana dalam pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan. 

Kepala Desa Beringin Kencana,  Murtoyo mengatakan jumlah kelapa yang dihasilkan dalam satu bulan paling sedikit 500 buah kelapa untuk satu petani dengan luasan lahan 1 hingga 2 hektar. Jadi jika dikalkulasikan, warga Desa Beringin Kencana bisa menghasilkan rata-rata 10.000 buah kelapa dalam satu bulannya.


“Untuk kelapa sendiri dipanen sebulan sekali, dan kelapa muda dipanen 20 hari sekali. Kelapa-kelapa tersebut dijual ke pengepul dan ada juga yang langsung dijual oleh petani ke pasar dalam bentuk kelapa tanpa sabut, sehingga untuk sabut sangat melimpah. Pemanfaatannya sampai saat ini hanya sebatas untuk menimbun halaman.” ungkap  Murtoyo, Kepala Desa Beringin Kencana (30/07/21).

Kelompok KKN yang dibimbing oleh Riza Adrianoor Saputra S. P., M. P. ini berasal dari multidisiplin ilmu, diantaranya dari program studi Agribisnis, Agoekoteknologi, dan Kimia ini mencetuskan ide yang menjadi solusi sederhana dari banyaknya sabut kelapa di Desa Beringin Kencana menjadi cocopot atau pot dari sabut kelapa. 

Dikarenakan sabut kelapa belum dimanfaatkan dengan baik serta ide ini dapat mengoptimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai penyedia tanaman sehat dan bernutrisi bagi keluarga. 

“Sabut kelapa yang digunakan yaitu bagian kulit luar yang teksturnya keras,” jelas Fina sebagai ketua kelompok 40.3 . 

Dalam kegiatan workshop pembuatan cocopot ini dibuka dengan pengenalan bahan dan alat membuat cocopot yang sederhana, demo pembuatan pot dari sabut kelapa, praktik pembuatan oleh ibu ibu PKK, serta ditutup oleh pemanfaatan cocopot sebagai media menanam di pekarangan.. 

Bertanam menggunakan cocopot sendiri memiliki banyak keunggulan,  diantaranya dapat digunakan di lahan minimalis, penggunaan dapat digantung sehingga aman dari air pasang,. 

Sabut kelapa juga memiliki sifat mengikat air dan memiliki kandungan hara tertentu seperti unsur K, Ca, Mg, Na, N dan P yang dibutuhkan tanaman. 

“Pelatihan ini sangat membatu kami,  senang bisa tahu cara membuat  pot dari sabut kelapa yang banyak di sekitar. Nanti di rumah bisa dipraktikkan.” Ujar Risnawati (40), peserta workshop pembuatan cocopot. 

Pembuatan cocopot ini selain mengoptimalkan pemanfaatkan sabut kelapa menjadi pot, diharapkan juga bisa memicu ide-ide untuk memanfaatkan sabut kelapa dalam bentuk lain. 

Tim Liputan/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar