Dikhawatirkan Melahirkan Anak yang Kurang Sosialisasi dan PTM Tak Bisa Ditawar Lagi


hallobanua.com, Banjarmasin - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Banjarmasin direspon positif salah seorang pengamat pendidikan. 

Ersis Warmansyah Abbas, Akademisi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin tersebut menilai pelaksanaan PTM saat ini cukup bagus. 

Namun yang terpenting menurutnya saat ini adalah sikap Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengikuti aturan pemerintah pusat terkait pelaksanaan PTM tersebut. 

"Jadi pemda tentunya mengikuti pemerintah pusat. Contohnya saat ini kan harusnya 50 persen dulu vaksinasi baru bisa melaksanakan, sementara kita belum mencapai itu. Jadi tentunya kita penuhi dulu," ungkapnya saat dihubungi hallobanua.com. 

Menurutnya dosen FKIP ULM Banjarmasin itu, pelaksanaan PTM tetap harus dilaksanakan saat ini. Hal itu dikarenakan banyaknya anak-anak remaja yang tingkat sosialnya menurun. 

"Pendidikan kita itu kan pendidikan nilai, pendidikan watak, pembentukan karakter. Jadi itu pentingnya PTM. Dibandingkan dengan Mahasiswa, meski belajar daring mereka bisa saja pinter," ungkapnya. 

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan ujarnya tentunya untuk generasi masa depan di Indonesia. 

Ersis juga mengungkapkan, apabila pelaksanaan PTM ini tidak dilaksanakan selama 1 atau 2 tahun mendatang, ia khawatir  hingga berdampak generasi muda yang kurang akan sosialisasi dan tidak bisa bersosialisasi. 

"Kalau ini kita biarkan terus, nanti kita akan mendapatkan generasi yang saya bilang tadi. Tidak bisa bisa bersosialisasi dan tidak bisa berintegrasi," ungkapnya. 

Ia pun meminta pelaksanaan PTM sangat dicermati. Seperti meningkatkan vaksinasi dikalangan pelajar serta sarana dan prasarana yang menunjang untuk penerapan PTM yang disiplin Protokol Kesehatan (Prokes). 

"Itu tidak bisa ditawar-tawar. Tentunya kalimat New Normal atau kebiasaan baru itu harus dibentuk. Tentunya dengan PTM ini. Intinya serius! Kita tidak boleh longgar sama sekali. Seperti masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Itu sudah harus dijadikan budaya, gak ada tawar menawar," pungkasnya. 

Rian akhmad/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!