LSM dan Nelayan di Kotabaru Kembali Berunjukrasa di PT SDO, Ini Hasilnya!

hallobanua.com, Kotabaru - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tergabung di Aliansi Pemuda Kotabaru dan masyarakat nelayan, kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan dengan kembali mendatangi Perusahan PT SDO yang bergerak di bidang pengolahan minyak Kelapa Sawit (CPO), di Sungai Taib Pulau Laut Utara, Kamis (23/9/21).

Kedatangan massa, meminta pihak perusahaan mengizinkan agar diperlihatkan secara terbuka proses pembuangan limbah di perusahaan tersebut.

Kendati sempat adu argumen, melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotabaru, akhirnya massa diperbolehkan untuk melihat titik pembuangan limbah ke arah laut yang sudah di sterilkan, atau yang berstandar bakumutu.

Memastikan pembuangan limbah itu dibuang kemana dan seperti apa mekanisme pengolahannya, LSM bersama sebagian perwakilan nelayan rela menerobos bau menyekat dan berbahaya yang sumbernya dari pengolahan limbah.

Setelah dapat melihat langsung titik pembuangan limbah, ternyata kecurigaan dan dugaan para Nelayan ini memang benar bawah pihak perusahaan membuang limbah ke laut. Dari sebuah hasil proses, kemudian hasil yang sudah melewati standar mutu dari pembuangan limbah baru dibuang ke laut. 

"Jadi disini jelas, kecurigaan dan dugaan kami bahwa limbah ini memang dibuang ke Laut,” ujar Akbar koordinator aksi.

Akbar juga menuding dan mencurigai jika pembuangan limbah tersebut masih ditengarai menimbulkan dampak hingga terjadinya pencemaran lingkungan.

Seetelah menyaksikan secara langsung proses pembuangan limbah di PT SDO, massa berjanji akan terus melakukan pengawasan.

"Nelayan mengeluhkan pendapatan mereka berkurang, diduga pencemaran dari pembuangan limbah ke Laut oleh pihak PT SDO tersebut. Bisa jadikan, setelah kami tidak ada disini tidak ada lagi proses penyaringan lagi. Dan ini yang di khawatirkan oleh nelayan, “ timpal Muhammad Akbar.

Sementara itu, Manager Production Yutiliti dan Sales PT SDO, Irfan Syaripudin menjelaskan, semua pembuangan air limbah dari sekitaran pabrik akan ditampung ditempat perkumpulan limbah-limbah di perusahaan. 

"Setelah itu barulah diolah, sehingga menghasilkan air yang sesuai dengan baku mutu. Dan jika air sudah sesuai dengan baku mutu, barulah kita rilis ke lingkungan.

Pastinya, air yang kita keluarkan sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan pemerintah," ungkapnya.

Her/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!