Menteri Risma Minta Bantuan Sosial Cepat Disalurkan

hallobanua.com, Banjarbaru - Menteri Sosial Tri Rismaharini sempat kesal saat mengunjungi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin di Jl Trikora Banjarbaru, Rabu (15/9/21). 

Hal itu dipicu, mesin Electronic Data Capture (EDC) atau alat untuk menerima pembayaran rusak dan kasnya kosong. 

Sehingga terkait penyalur bantuan sosial ( Bansos ) dan Pendamping PKH tertunda. 

“Karena penerimanya jelas, tidak ada masalah dengan data, penerima manfaat jelas orangnya, alamatnya juga bisa dicari. Buktinya, sejak saya rapat pukul 07.30 sampai pukul 11.00 ini bisa dibagikan yang tidak bisa transaksi,” katanya. 

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini pun meminta kepada pihak perbankan, agar bantuan sosial langsung diantar ke penerima manfaat yang berada di daerah terpencil. 

“Masalah penerima manfaat di daerah terpencil saya sudah minta agar pihak bank yang akan datang menyerahkan bantuan lamgsung, jadi mereka tak perlu lagi ke ATM di kota karena jaraknya yang cukup jauh,” ujarnya. 

Mensos meminta kepada  keluarga penerima manfaat yang ada di daerah terpencil tidak datang untuk mengambil bansos karena tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. 

“Saya sudah instruksikan agar penerima manfaat yang ada di daerah terpencil agar diantarkan bansosnya, karena biaya perjalanan mereka bisa mencapai Rp 500 ribu sedangkan nilai bansos Rp 300 ribu, ini berlaku untuk bansos PKH atau bansos jenis lainnya lagi,” kata Risma. 

Mensos juga akan bicara dengan Gubernur Kalsel agar untuk daerah terpencil agar ditetapkan sebagai KAT (Komunitas Adat Terpencil) sehingga pihak Kemensos dapat melakukan treatment berbeda dalam hal penyaluran Bansos. 

Dky/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!