Pengelola THM "Caviar" Akui Langgar Perda

Manajer Operasional Caviar Lounge and Resto, Sugito

hallobanua.com, Banjarmasin - Setelah memenuhi panggilan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Banjarmasin, Pengelola Tempat Hiburan Malam (THM) Caviar Lounge and Resto, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 5, akui kesalahan yang dilakukan pihaknya. 

Operasional Manajer Caviar Lounge and Resto, Sugito pun mengaku, kenapa pihaknya nekat beroperasi di malam Jumat, lantaran melihat kompetitornya yang lain juga beroperasi. 

"Oke kami dapat teguran, kami terima tegurannya. Tapi kami juga meminta kepada pihak Satpol PP, untuk berlaku adil. Kami minta di tempat lain pun ditindak juga. Jadi tidak ada tebang pilih," ucapnya usai memenuhi panggilan di kantor  Satpol PP Banjarmasin, Senin, (20/09/21). 

Ia meminta, seluruh THM di Banjarmasin  turut mendapat pengawasan. Tidak hanya THM yang dikelolanya saja yang menjadi atensi Satpol PP. 

"Jangan hanya Caviar yang disorot, karena Caviar sekarang berada di atas. Saya bahkan bisa tidak terima nanti, ketika di pekan depan di tempat lain juga ada yang masih buka," terangnya. 

Disinggung dengan tidak lengkapnya izin dari THM miliknya, Sugito turut mengklarifikasi terkait hal tersebut. 

Menurutnya, Caviar saat ini telah mengantongi dua izin usaha, yakni izin resto dan izin bar. 

Bahkan pihaknya mengaku sudah memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), hanya saja belum aktif. 

"Kami memiliki TDUP dari kementerian, tapi TDUP dari daerah itu belum. Jadi kami akan lengkapi secepatnya," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin mengatakan bahwa pengelola THM tersebut diganjar surat teguran. 

Namun, sebelum memberikan sanksi, itu pihaknya terlebih dahulu meminta klarifikasi ke pihak pengelola. 

Hasilnya, THM diketahui memang melanggar perda. Lantaran beroperasi pada malam Jumat. 

"Dan mereka berjanji tidak mengulangi lagi hal itu," ucap Muzaiyin saat disambangi rekan media di ruang kerjanya. 

Muzaiyin pun menambahkan, dari hasil pemanggilan yang dilakukan, diketahui pula bahwa pihak pengelola juga belum mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dari daerah. 

"Terkait hal itu, kami juga meminta pihak pengelola untuk segera melengkapinya," tutupnya. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!