Siswa Antuaisa Ikuti PTS, Kepala SMPN 9: Sebagian Besar Siswa Divaksin

hallobanua.com, Banjarmasin - Menindaklanjuti surat permohonan Kelompok Keja Kepala Sekolah (K3S) SMP Negeri Kota Banjarmasin, seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) secara Tatap Muka (TM). 

Dari pantauan Rabu, (15/09/21), di SMPN 9 Banjarmasin, partisipasi siswa pun cukup tinggi mengikuti pelaksanaan PTS tersebut. 

Salah satunya, Angelica Caroline, siswi kelas 8 di SMPN 9 Banjarmasin, mengaku sudah mendapatkan izin dari orang tuanya untuk turun ke sekolah. 

"Pesan orang selalu jaga jarak, jangan berkerumun sama teman," ujarnya usai pelaksanaan PTS, Rabu, (15/09/21). 

Ia merasa senang mengikuti PTS karena setelah sekian lama tidak melaksanakan tatap muka bersama teman di sekolah. 

"Kan ketemu teman lagi, jadi bersyukur," tuturnya. 

Menghadapi PTS, ia mengaku telah melakukan persiapan dari rumah,  mulai dari belajar di rumah hingga menjawab soal-soal latihan. 

"Soalnya mudah. Karena di rumah belajar juga kan," pungkasnya. 

Senada dengannya, Radita Mahda Vikia (14) juga mengaku senang mengikuti PTS ini. 

Ia juga mengaku sudah bervaksin untuk menghadapi PTS dan PTM saat ini. 

"Alhamdulillah sudah vaksin kemarin di sekolah, makanya orang tua mengizinkan," terangnya. 

Ia juga mengaku, orang tuanya langsung menjemput setelah usai melaksanakan PTS. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan usai pelaksanaan PTS. 

"Selesai ujian langsung dijemput orang tua. Biar tidak berkerumun," pungkasnya. 

Kepala SMPN 9 Banjarmasin, Drs. Pahri

Sementara itu, Kepala SMPN 9 Banjarmasin, Drs. Pahri menjelaskan, sebagian besar siswa telah divaksin, meskipun belum sampai 100 persen. 

"Alhamdulillah siswa kita sebagian besar divaksin. Meski masih ada siswa yang berusia dibawah 12 tahun dan faktor baru selesai menjalani Isolasi Mandiri itu memang belum divaksi," terangnya. 

Sedangkan bagi siswa yang tidak bisa hadir karena sakit, maka orangtuanya diminta datang ke sekolah untuk mengambil soal ujian. 

"Orangtuanya kita minta datang mengambil soal ujian lalu dikerjakan siswa di rumah. Setelah diserahkan lagi ke sekolah. Tidak bisa kita awasi, sehingga minta kejujurannya saja. Kalau secara online kita takut terkendala jaringan," tutup Pahri. 

rian akhmad/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!