Dari Data Monitoring Testing Covid-19, Justru Kota Banjarmasin Capaian Testingnya Tertinggi Dibandingkan Kota/Kabupaten se Kalsel Lainnya

hallobanua.com, Banjarmasin – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) luar Jawa – Bali, Airlangga Hartarto telah merilis terkait perpanjangan PPKM.

Dalam keterangan persnya, Senin (4/10/21) di Jakarta, Hartarto menyebutkan beberapa Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali yang masih menerapkan PPKM level IV yakni Kabupaten Pidie, Bangka, Kota Padang, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan dan termasuk di Kota Banjarmasin. 

Dikatakan Hartarto, kenapa Kota Banjarmasin masih berada di PPKM Level 4 berlaku 5 hingga 18 Oktober 2021 akan datang, pihaknya mengklaim bahwa dari 6 kabupaten/ kota di luar Jawa – Bali tersebut angka testingnya masih relatif terbatas atau  sedikit kenaikan dalam positifity rate, walaupun level-level tersebut sudah lebih rendah dari level sebelumnya. 

Namun, berdasarkan Hasil Monitoring Testing Covid-19 Kabupaten/ Kota Se Kalimantan Selatan,  per 27 September hingga 3 Oktober 2021, Provinsi Kalimantan Selatan  angka Positive Rate-nya (PR) di angka 2,97.

Sementara, untuk Kota Banjarmasin PR nya hanya diangka 2,6, itu  jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan 3 kabupaten di Kalsel yang PR nya tertinggi, yakni Barito Kuala PR nya capai 57,1, posisi tertinggi kedua Kabupaten Balangan 8,8 dan posisi tertinggi ketiga yakni Kabupaten Tapin 10,7 angka Positive Rate –nya.

“Sebagai perbandingan seperti disampaikan – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) luar Jawa – Bali, Airlangga Hartarto, Positive Rate kita masih tinggi, padahal kalau kita melihat hasil data monitoring Testing Covid-19 kabupaten/kota se Kalimantan Selatan, posisi kita hanya diangka 2,6, sementara kabupaten Tapin PR nya justru capai 10,7, kan aneh ini,” terang Wali Kota H Ibnu Sina, kepada hallobanua.com, Senin malam (4/10/21).

Sementara, masih berdasarkan data Hasil Monitoring Testing Covid-19 kabupaten/kota se Kalsel per 21 September hingga 4 Oktober 2021, capaian hasil testing tertinggi Kota Banjarmasin yakni 209,61 persen, kedua Kota Banjarbaru 78,10 persen, dan ketiga kabupaten Tanah Bumbu capaian testingnya 54,51 persen.

Sedangkan, tiga kabupaten/ kota se Kalsel yang target capaian terendah Testing-nya yakni kabupaten HST 0,07 persen, Barito Kuala 0,67 persen, dan Kotabaru 7,03  persen.

Wali Kota Ibnu Sina juga mencoba menyampaikan informasi berdasarkan data analisa indikator level PPKM Kota Banjarmasin  berdasarkan Pedoman Penetapan Level Menko Maritim  Investasi RI dan  Inmendagri No. 44 tahun 2021, dimana kasus CC mingguan di Kota Banjarmasin sejak 28 September  sampai dengan 3 Oktober 2021 total  27 kasus, dengan rata-rata 3,9 / 100 ribu penduduk (Level 1).

Sedangkan perawatan mingguan dari 28 September hingga 3 Oktober 2021 nilai mingguan 105 dengan kasus rata-rata 2,5/100 ribu penduduk (level 1). Untuk BOR Covid-19 mingguan  4 persen (level1).

Berdasarkan total capaian vaksinasi 1 50,79 persen dari capaian  vaksinasi  1 25 Lanjut Usia 25,34 persen masih di level 2.

Sementara, berdasarkan analisa indikator tingkat Transmisi Komunitas Kota Banjarmasin  berdasarkan KMK No. 01.07/Menkes/4805/2021, untuk kasus minggun CC per 28 September hingga 3 Oktober  2021 kasus dengan rata-rata 3,9 / 100 ribu penduduk (TK 1).

Untuk kasus penambahan rawat inap baru dari 13  September hingga 19 September 2021, 27 kasus rata-rata 4.5 / 100 ribu penduduk (TK 1).

Sedangkan jumlah kematian akibat Covid-19 dengan 1.3 per 100 ribu penduduk per minggu (TK 2).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (kadinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, menyatakan sangat menyesalkan, terkait hasil rilis yang disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) luar Jawa – Bali, Airlangga Hartarto tersebut.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin ini, dari semua data yang ada di Dinkes Kota Banjarmasin, datanya sudah pasti dicocokkan dengan fakta di lapangan.

“Ya tentu kita sangat menyesalkan penetapan ini, sebenarnya berdasarkan apa hingga kita masih berada di level 4, sementara data kita valid apalagi soal angka testing, justru kita tertinggi dibandingkan di kabupaten/kota di kalsel lainnya,” terang Machli,  Senin malam (4/10/21), seraya menegaskan dinkes sudah berupaya dan melakukan serta mengolah data sesuai fakta di lapangan.

Machli juga sangat menyayangkan perpanjangan PPKM Level 4 untuk Kota Banjarmasin, yang pasti berdampak terhadap keberlangsungan UMKM dari sektor ekonomi.

“Sementara ini kasusnya sudah melandai sekali,” pungkas Machli.

Tim Liputan/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!