Pembongkaran Jalan Pandu, Warga Keluhkan Jembatan Darurat

hallobanua.com, Banjarmasin - Program Normalisasi sungai di Kota Banjarmasin kembali berlanjut. Kali ini, Jembatan di kawasan Jl. Pandu RT. 16 RW 01, dibongkar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin pada Selasa, (12/10/21). 

Terlihat alat berat jenis hexavator standby dikawasan itu sejak Sabtu, (09/10/21) untuk melakukan pembongkaran serta pengerukan di kawasan sungai pinggir Jalan A Yani. 

Namun sayangnya, pembongkaran tersebut tidak bersamaan dengan pembangunan jembatan darurat untuk masyarakat. Hal itu pun dikeluhkan warga setempat. 

"Kan disini ada pasar sama mesjid. Tentunya warga yang ke pasar bingung lewat mana. Sama jemaah mesjid kebanyakan dari Pandu. Mau kemasjid bingung juga," keluh H Syahbani, salah satu tokoh masyarakat di kawasan Pandu.

Diketahui, pembongkaran jembatan di Pandu dilaksanakan sejak Minggu pagi tadi.  Namun, jembatan darurat baru dibangun pada hari Senin. 

"Jadi hampir 2 kali 24 jam itu jembatan belum dibangun. Bahkan panitia pemborong harusnya didampingi pemerintah, jangan sampai ada keluhan masyarakat terkait infrastruktur ini," katanya. 

Namun, pada Senin sore, akhirnya jembatan darurat dibuat oleh pihak pekerja. Namun jembatan tersebut dirasa tidak cukup layak digunakan, mengingat hanya dibuat dengan 2 keping papan dan tanpa pegangan. 

Mengingat pengguna jembatan untuk menyeberang kebanyakan Lanjut Usia (Lansia). 

"Itu tidak layak untuk penyeberang jalan, dibawahnya sungai. Tidak ada pegangannya, hanya 2 papan. Kan itu digunakan tidak waktu yang singkat, tapi berbulan-bulan. Jadi bahaya buat ibu-ibu kepasar atau lansia," katanya. 

Mendengar keluhan warganya, Ketua RT. 16, Siti Rogayah pun langsung meminta kepada pihak kontraktor untuk membangunkan segera jembatan darurat. 

"Senin itu kan saya liat  pagi mau dibangun jembatannya, ehh ternyata sampai senin sore belum dibangun. Jadi saya paksa pekerja untuk bangun jembatan. Akhirnya dibangun Tapi ternyata jembatannya tidak sesuai dan cukup membahayakan. Akhirnya hari ini selesai kembali dilebari sebanyak 6 keping papan," terangnya. 

Saat ini jembatan darurat pun sudah diperlebar, namun ia meminta agar pihak bersangkutan memberikan pegangan pada jembatan darurat tersebut. 

"Karena banyak lansia dan ibu-ibu yang menggunakan akses jembatan itu. Kasian mereka kalau terjatuh, apalagi pas sholat subuh itu. Apalagi 80 persen jemaah Masjid itu dari sini," pungkasnya. 

rian akhmad/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!