Penyelesaian Pembangunan Jembatan HKSN 1 Terancam Tersendat Lagi

hallobanua.com, Banjarmasin - Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan HKSN 1 belum rampung. Pasalnya, terdapat sekitar 14 persil yang sampai saat ini belum ada kesepakatan harga.

Hal itu pun membuat proyek jembatan HKSN 1 yang menghubungkan Kecamatan Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat itu kembali tersendat. 

Padahal, kontrak kerja jembatan tersebut tersisa 2 bulan lagi atau sampai tanggal 23 Desember 2021. 

Salah seorang warga pemilik lahan di RT 05, Arifudin mengaku, harga yang ditawarkan Pemko masih tidak sesuai keinginannya. 

"Masalah harga yang masih tidak sesuai. Rumah lain harganya tinggi, kenapa harga tanah dan rumah kami rendah. Padahal di depan ada usaha juga," ucapnya saat ditemui awak media di kediamannya, Kamis (14/10/21) siang. 

Ia mengungkapkan, harga yang ditawarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin kepada dirinya sebesar Rp 550 juta. Sedangkan harga yang diinginkannya sekitar Rp 900 juta. 

"Disesuaikan lah di atas Rp 900 juta. Karena di pinggir-pinggir jalan seperti ini harganya sudah Rp 900 juta. Kalau cari rumah di lain tidak dapat segitu harganya dengan ukuran yang sama di pinggir jalan," ungkapnya. 

Terkait hal itu, Kabid Pertanahan Disperkim Banjarmasin, Rusni mengakui, bahwa masih ada tersisa 14 persil lahan yang belum dibayarkan. 

Rusni juga mengaku, masih ada beberapa persil lahan yang belum menerima harga yang ditawarkan. Namun jumlahnya tidak seberapa. 

"Dari 14 persil sisa pembebasan lahan ada 0,3 persen yang belum menerima harga penawaran. Kami juga belum mengetahui apakah sudah dianggarkan Dinas PUPR di APBD Perubahan. Karena kami juga belum dihubungi pihak PUPR terkait kesiapan dananya," pungkasnya. 

Diketahui, jembatan HKSN 1 sudah dimulai pengerjaanya sejak 2020 lalu dengan nilai kontrak Rp 22.879.387.000,00 

rian akhmad/may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!