PPKM Banjarmasin Turun Level, Ini Kata Pakar Covid-19

hallobanua.com, Banjarmasin - Dari hasil asesmen mingguan KPC-PEN  tanggal 11 Oktober 2021 tadi, status PPKM Kota Banjarmasin  turun ke level III. 

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto pun mengatakan, dari 27 Provinsi di luar Jawa-Bali, tidak ada lagi provinsi yang berada di level IV. 

Hanya 3 Provinsi yang berada di level III, 22 Provinsi di level II dan 2 Provinsi di level I. Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina pun bersyukur atas asesmen mingguan dari KPC-PEN tersebut. 

Lantas, apakah Kota Banjarmasin saat ini memang benar-benar sudah turun level PPKM nya? 

Terkait hal itu, Anggota Tim Pakar Covid-19 dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin pun angkat bicara. 

Ia memaparkan, kriteria penetapan PPKM Level IV tidak semata berdasarkan asesmen situasi, tetapi juga capaian vaksinasi. 

Menurutnya, Banjarmasin merupakan kota besar dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dimana konektivitas dan mobilitas yang cukup besar, karena merupakan pusat perdagangan, bisnis dan ekonomi regional. 

"Hal ini yang menyebabkan untuk keluar dari PPKM level IV," tulisnya, saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (12/10/21) siang. 

Dilanjutkannya, turunnya asesmen situasi tersebut didorong oleh membaiknya angka kematian dari 4 kasus per 100 ribu penduduk dalam sepekan menjadi 1 kasus. 

Selain itu, juga perbaikan tracing dari sebelumnya hanya berada pada angka Rasio Kontak Erat di atas 3 menjadi 6,4. 

"Karena itu sejak 7 Oktober asesmen situasi Covid-19 Banjarmasin turun dari level dengan Transmisi Komunitas. Sedangkan Kapasitas Respon sistem kesehatan sedang," paparnya. 

Dengan capaian ini, ia pun berharap, agar kinerja pelacakan kontak erat sebagai bagian dari strategi 3T (testing, tracing dan treatment) tidak menurun. Tetapi sebaliknya terus mengalami perbaikan. 

Pasalnya, kemampuan dan kinerja tracing ini merupakan salah satu bagian penting dari upaya pengendalian pandemi. 
Ditekankannya, semakin bagus tracing, semakin makin cepat juga potensi untuk mempercepat pemulihan ekonomi. 

"Namun dibalik pencapaian ini juga kita harus mewaspadai fenomena euforia pelonggaran di tengah masyarakat. Karena itu prokes harus tetap diperkuat penegakannya, edukasi dan sosialisasi semakin digencarkan, dan vaksinasi terus dikebut," pungkasnya. 

rian akhmad/ may
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar

Install Hallobanua

Klik di sini!