Atap Pasar Sentra Antasari Jebol Membuat Genangan Air, Pemerintah Upayakan Perbaikan

hallobanua.com, Banjarmasin - Jebolnya atap di Pasar Sentra Antasari, membuat air rembesan menggenang di lantai bila turun hujan, hingga dikeluhkan pedagang disana.

Abdul Hamid salah satunya, ia bersama pedagang lainnya berulang kali meminta orang untuk membersihkan rembesan air yang menggenang itu. 

"Bila airnya banyak, kami upah Rp50 ribu untuk sekali membersihkan. Kalau sedikit, Rp30 ribu," ungkap Hamid, (08/11/21) siang. 

Abdul Hamid membeberkan, kondisi itu sudah berlangsung selama lebih dari setahun. 

Menurutnya, kerusakan paling parah sudah dirasakan sejak tiga bulan belakangan, apalagi jika hujan deras. 

"Kalau hujan, selesai sudah. Lapak dagangan pasti basah. Kami juga sudah memperbaiki, tapi rusak lagi. Sudah tak terhitung berapa banyak uang yang kami keluarkan untuk memperbaikinya," katanya. 

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan karena karena status pasar itu masih dimiliki oleh pihak ketiga. Tentunya Pemko Banjarmasin pun tidak bisa serta merta memperbaiki. 

Sementara itu, Kepala UPTD 1 Sentra Antasari, Abdul Aziz mengaku tak bisa berbuat banyak terkait penanganan berupa perbaikan Pasar Sentra Antasari. 

Menurutnya, secara aturan gedung tersebut masih belum diserahkan ke Pemko Banjarmasin. 

"Tapi untuk pembinaan dan kenyamanan, kami masih diperkenankan untuk membantu. Termasuk perbaikan atap itu," katanya.

Ia juga mengaku, pihaknya selalu menampung keluhan pedagang dan selalu direspons. Termasuk, terkait jebolnya atap bangunan itu. 

Namun terkadang kendala yang dihadapi pihaknya ada pada soal pendanaan. Pilihan yang diambil pun yakni dengan berembuk bersama para pedagang. 

Ia menuturkan, atap bangunan yang rusak hampir meliputi seluruh blok pasar, mulai dari Blok A sampai Blok D. Namun, kerusakan yang dialami Blok A dan B, tidak separah dua blok lainnya, karena Blok C sudah ada perbaikan, dan hanya Blok D yang belum diperbaiki. 

Ia pun berkeinginan, akan memperbaiki kerusakan yang terjadi dalam waktu dekat dan diperbaiki secara bertahap. 

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kami lakukan. Minimal, yang kerusakan cukup parah dan banyak pedagang yang terdampak. Itu yang kami prioritaskan untuk perbaiki. Untuk dana, akan kami rembukkan lagi," tutupnya. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar