Bakeuda Sosialisasi Pajak Sarang Burung Walet dan BPHTB dengan Para Pengusaha dan Notaris

hallobanua.com, Banjarmasin - Sosialisasi Pajak Bea Peroleh Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Sarang Burung Walet tahun 2021, dilaksanakan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, di Best Western Kindai Hotel pada Rabu, (10/11/21). 

Sosialisasi pajak yang dibuka secara langsung oleh Plh Sekda Kota Banjarmasin, Sugito Said tersebut, juga turut dihadiri Notaris, PPAT, Camat dan Lurah se Kota Banjarmasin sebagai peserta kegiatan sosialisasi.

Kepala Bakeuda Banjarmasin, Subhan Nor Yaumil mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebaga sarana sharing informasi kepada para Notaris dan para pengusaha sarang burung walet di Banjarmasin. 

Mengingat, saat ini pajak sarang burung walet telah dikelola oleh Bakeuda Kota Banjarmasin setelah dilimpahkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin. 

Pihaknya pun untuk saat ini akan segara mencocokan data yang diserahkan DKP3 ke Bakeuda dengan data para pengusaha burung walet. 

"Dari data yang kita terima ada kurang lebih 150 titik sarang burung walet di Banjarmasin. Yang kami undang ini ada 150 lebih pengusaha sarang burung walet untuk dilakukan pendataan," bebernya, Rabu (10/11/21). 

Pihak Bakeuda juga meminta kepada Camat dan Lurah untuk membantu menyampaikan apabila ada usaha sarang burung walet di kawasan mereka masing-masing. 

"Sehingga kami akan turun kelapangan untuk mengecek dan melakukan pendataan," katanya. 

Subhan Nor Yaumil, Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin

Subhan juga membeberkan, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari usaha sarang burung walet ini telah dianggarkan DKP3 yakni sekitar Rp 200 juta. 

"Ini akan kita lihat lagi, dan melihat potensi dilapangan, apakah ini bisa memberikan potensi lebih dari yang sudah dianggarkan oleh DKP3 sebelumnya," ujar Subhan. 

Tidak hanya sosialisasi pajak sarang burung walet, Bakeuda juga melakuan sosialisasi terhadap pajak daerah BPHTB yang mana sejauh ini di Banjarmasin BPHTB tidak mengalami perubahan. 

"BPHTB ini bisa bertahan. Saat ini pendapatan yang bisa kita terima itu sekitar Rp 34,5 miliar lebih, artinya sudah terealisasi 96 persen, dan kami pun tidak menyangka dan bersyukur di masa pandemi ini realisasi pajak bisa se tinggi itu," imbuhnya. 

Sementara itu, Kabid Penagihan dan Pengawasan Bakeuda Kota Banjarmasin, Ashadi Himawan, memaparkan bahwa pihaknya sejauh ini sudah melakukan pendataan usaha sarang burung walet sesuai data yang diserahkan oleh DKP3 Banjarmasin. 

"Pendataan sudah di lakukan, Per 1 Oktober 2021 sudah dikelola pemungutan pajak sarang burung walet oleh Bakeuda," tutup Ashadi. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar