Bappenas RI Sebut Banjir Tanbu Harus Ditangani Lewat Bendungan Sungai Kusan

Direktur pengairan dan irigasi Bappenas RI Abdul Malik Sadat ketika menerima kunker Bupati, dr HM Zairullah Azhar.(Foto: Taufik)

hallobanua.com, Jakarta -Pembangunan Bendungan Sungai Kusan di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dinilai pihak Kementrian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI harus segera terwujud. Pasalnya, sangat banyak potensinya. 

"Dari permasalahan banjir, kebutuhan air bersih, maupun potensi irigasi di Tanah Bumbu ini sepertinya cukup prospek ya, memang harus segera di tangani," kata Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas RI, Abdul Malik usai menerima Kunjungan Kerja (Kunker) pihak pemkab Tanbu di Kantor Bappenas RI, Jakarta Barat, Rabu (24/11/2021). 

Menurutnya, terkait usulan bendungan Sungai Kusan di Tanah Bumbu pihaknya sangat mendukung, namun harus dirembugkan lebih lanjut bersama  Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. 

"Tentu karena ini masalah teknis juga, kita harus adakan rapat lanjutan dengan Kementerian PUPR yang menyelesaikan masalah maupun mengelola sumber daya air. Maka itu, nanti kami akan berkordinasi lebih lanjut," terangnya. 

Dari hasil data yang dipaparkan pihak Pemkab Tanbu ke Bappenas RI, Abdul Malik menilai Bendungan Sungai Kusan sangatlah berpotensi besar untuk mengatasi sejumlah masalah. Diantaranya, ancaman bencana banjir selama ini terus terjadi hampir tiga kali selama setahun. 

"Jadi potensi sumber daya air di Kabupaten Tanah Bumbu ini cukup besar, dan di satu sisi memiliki daya rusak yang besar bisa di tangani," jelasnya. 

"Ini untuk prosedur pembangunan bendungan ini, itu sudah ada regulasinya, iya tadi di Kementerian PUPR. Nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut," ungkap Abdul Malik. 

Dikatakan, tentu hal ini terkait kesiapan project. Masalah teknis tentu akan dibahas, karena membangun bendungan tersebut sebelumnya sudah ada dialog dengan sertifikasi desain izin konstruksi, dan masalah lingkungan. 

Abdul Malik mengakui bendungan Sungai Kusan sudah mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang lama. Namun harus tetap merumuskan rencana mitigasi kemungkinan masalah sosial, termasuk rencana pembebasan lahan. 

"Bendungan Kusan membutuhkan anggaran yang cukup besar, (oleh karenanya) melihat persiapan dan mengurus diskresi, kita selalu coba siapkan apabila tanahnya clean and clear," katanya. 

Untuk diketahui, Kunker ini turut dihadiri Sekda Tanbu, DR H Ambo Sakka bersama Kepala Bappeda Tanbu, Andi Anwar Sadat serta salah satu Anggota DPRD Tanbu, H Hasanuddin. 

Ags/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar