Dewan Berikan Dispensasi Penyelesaian Jembatan HKSN Hingga 52 Hari Kalender

hallobanua.com, Banjarmasin - Tersisa tiga persil bangunan warga untuk lahan pembangunan jembatan HKSN yang belum bisa dibebaskan, sehingga tim pembebasan Dinas Perkim serta PUPR Kota Banjarmasin meminta dispensasi pembebasan lahan tersebut. 

Pemberian dispensasi, menurut Ketua  Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, M.Isnaini dikarenakan faktor pembebasan lahan yang belum tuntas. 

"Tiga persil bangunan di sekitar oprit jembatan tak dapat dibebaskan tahun ini lantaran terhambat pembebasan lahan, "ujar Isnaini, usai Rapat Dengar Pendapat dengan PUPR dan Perkim, di Gedung DPRD Kota Banjarmasin, Rabu (10/11).  

Proses pembangunan jembatan terhambat dan diprediksi baru dapat selesai di awal tahun 2022. Sedangkan pembebasan persil tersebut diharapkan bisa dituntaskan  namun pembayarannya menyusul pada anggaran perubahan tahun 2022. 

Isnaini mengatakan, sebenarnya Dewan juga telah menganggarkan dana yang cukup untuk pembangunan jembatan tersebut namun seiring waktu tersisa tiga persil tersebut bangunan tersebut. 

"Masalah lahan pembebasan menjadi awal pembangunan yang harus diselesaikan, "ujar Isnaini. 

Sementara, Kepala Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Bidang Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiarto mengungkapkan, pihaknya meminta dispensasi waktu hingga 50 hari kalender dari jatuh tempo kontrak berakhir. 

"Ada permasalahan dari lapangan sehingga pelaksana pekerjaan jembatan juga tak bisa menyelesaikan jembatan sesuai kontrak, "ujar Thomas Sigit. 

Kabid Pertanahan Disperkim Banjarmasin Rusni juga berjanji  terus berusaha dan melakukan langkah pendekatan persuasif terhadap pemilik persil sehingga proses pembebasan lahan selesai sesuai target. 

Dya/may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar