Dituding Pembongkaran Bangunan Bando Asal-asalan, Ini Jawaban Kasat Pol PP Banjarmasin

Kasat Pol PP dan Damkar Kota Banjarmasin Ahmad Muzaiyin

hallobanua.com, Banjarmasin – Kepala Satuan (Kasat) Pol PP dan Damkar Kota Banjarmasin angkat bicara soal tudingan kepada pihakny,  terkait pembongkaran bangunan bando yang dinilai menyalahi administrasi.

Ahmad Muzaiyin, Kasat Pol PP dan Damkar, Kota Banjarmasin, menepis tudingan tersebut.

Menurutnya, semua yang dilakukan pihaknya sudah sesuai prosedur. 

Pasalnya, sebelum mengeksekusi pihaknya sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) 1 hingga 3 kepada pemilik bangunan baliho bando. 

"Kami sudah sesuai prosedur dan juga mengantongi surat tugas. Kalau tidak, mana mungkin kami berani," tegasnya saat dihubungi via Whats App, Senin (01/11/21). 

Ditegaskan mantan Camat Banjarmasin Timur ini, pengerjaan pembongkaran  dikerjakan oleh pihak ketiga yang memang profesional dibidangnya. 

Ia yakin, pengerjaan sudah sesuai standar operasional. Dan sejauh ini tidak ada yang bermasalah baik secara teknis maupun non teknis. 

"Kami meminta sesuai standar. Dan untuk pembongkaran bando dengan jumlah 10 kontruksi insyallah selesai satu bulan dan kalau bisa secepatnya dua minggu selesai," terangnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota H Ibnu Sina juga menegaskan  proses pembongkaran bando tersebut dibantu langsung dari kontraktor yang memang berkompeten guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Ibnu juga menegaskan,  pembongkaran bando yang melanggar Peraturan Menteri (Permen) PU nomor 20 tahun 2010 dan Peraturan Daerah (Perda) nomor 16 tahun 2014 itu,  sudah sesuai dengan prosedur dan sudah melalui proses yang panjang. 

Bahkan sebelumnya pihaknya juga telah memberikan solusi terhadap para pengusaha advertising dengan mengusulkan titik baliho bando yang dibongkar itu untuk dipindah ke titik yang tidak melanggar aturan. 

"Ini bukan soal pilih kasih tapi ini sesuatu yang sudah kita bicarakan sejak awal dan kami sudah berupaya untuk memberikan solusi," tukas Ibnu. 

Pucuk pimpinan Kota Seribu Sungai itu pun berharap, dengan tindakan tegas oleh pemerintah tersebut, para pengusaha advertising agar bisa mematuhi aturan yang sudah berlaku. 

Sesuai perintah Wali Kota Banjarmasin, pembongkaran terhadap bangunan baliho-bando bermasalah di kawasan Jl Ahmad Yani terus dilakukan. Satu bando di Jl Ayani Simpang Tiga Kuripan sudah tuntas dibongkar.

rian akhmad/ may



Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar