Dua Pasutri Pelaku Investasi Bodong Ditangkap Bersamaan Resmob Tanbu

hallobanua.com, Tanah Bumbu - Jajaran Polres Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan menangkap sebanyak empat orang diduga pelaku investasi bodong. Keempat pelaku  ternyata merupakan dua Pasangan Suami istri (Pasutri) yang diamankan langsung di rumah tahanan (Rutan) polres setempat. 

Penangkapan terhadap dua pasutri atas nama Noorman Effendi (24) dengan Maria Sari (25), dan Muhammad Fahri (29) bersama Normiati (28) dilakukan langsung oleh tim gabunggan Unit Resmob Tanah Bumbu dan Resmob Polres Paser Kalimantan Timur. 

Kapolres Tanbu, AKBP Himawan Sutanto Saragih lewat Kasi Humasnya, AKP I Made Rasa menerangkan, penangkapan keempat pelaku dilakukan seusai adanya sejumlah laporan korban kepada pihak kepolisian. 

"Kami menindaklanjuti laporan warga soal penipuan investasi ilegal, dan kami bersama anggota langsung melakukan penyelidikan," kata I Made Rasa didampingi Kasat Reskrim Tanbu, Iptu Wahyudi Minggu (7/11/2021). 

Berdasarkan data kepolisian, dua Pasutri itu masing-masing berdomisili tidak berjauhan, yakni di Jalan Batu Benawa Gang Garuda Bersujud Kecamatan Simpang Empat, dan Jalan Pesantren Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat. 

"Keempatnya diamankan secara bersamaan di sebuah rumah berlokasi di Desa Kerayan Sentosa Gunung Kinjang Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser Kalimantan Timur pada Sabtu 6 November 2021 malam tadi sekitar pukul 22.00 Wita," ujarnya. 

Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (Barbuk). Diantaranya, satu buah mobil Toyota Fortuner dan Rush warna Hitam. 

Kemudian ada total dua buah laptop merk Asus, dan ada sejumlah HP bermerk yang disita. Jumlah keseluruhannya, sekitar 9 buah. 

Sementara uang diamankan, ada senilai Rp.70.000.000, serta ada sejumlah perhiasan dan puluhan ATM milik pelaku telah diamankan. 

Disinggung mengenai total kerugian dialami beberapa korban mencapai puluhan miliar lantaran diketahui tidak hanya satu orang. Polisi belum bisa menyimpulkannya, pasalnya masih dalam tahap pemeriksaan. 

"Jadi masih ada beberapa korban lainnya, dan saat ini masih dalam pemeriksaan intensip penyidik. Terkait data nanti salah saya sampaikan sekian, karena saksi korban yang lain belum diperiksa semua," tandasnya. 

ags/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar