Ini Alasan PDAM Bandarmasih Terkait Macetnya Distribusi Air Bersih Warga Alalak Tengah

Senior Manager Produksi dan Distribusi PDAM Bandarmasin, Walino

hallobanua.com, Banjarmasin - Manajemen PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin angkat bicara terkait macetnya distribusi air yang dialami warga Jl. Alalak Tengah, Kelurahan Alalak Tengah, Kecamatan Banjarmasin Utara. 

Senior Manager Produksi dan Distribusi PDAM Bandarmasin, Walino mengatakan, kawasan tersebut merupakan wilayah paling ujung dan yang paling terdampak jika terjadi gangguan pipa besar distribusi air. 

"Memang ada terjadi kebocoran pada pipa distribusi. Di tempat itu paling ujung dan paling kritis kalau ada trouble. Sedangkan recoverynya juga paling belakang," ucapnya, saat ditemui awak media di kantor PDAM, Senin (08/11/21) siang. 

Pihak PDAM pun  mengklaim telah melakukan beberapa upaya yang merupakan bentuk penanganan jangka pendek. 

Pasalnya, jika menunggu pergantian pipa besar,  kata  Walino akan lama selesai dan perlu memakan waktu sekitar satu bulan lamanya. 

"Kita juga sudah kirim mobil tangki supaya langsung mengena kepada warga, dibantu Ketua RT dan Tokoh masyarakat. Sesuai keperluan mereka," tuturnya. 

Tidak hanya itu, pihaknya melalui tim juga melaksanakan evaluasi jaringan dan memaksimalkan fungsi jaringan. Yakni dengan menyambungkan jaringan dari pipa sekunder menuju ke tersier. 

"Setelah diubah akhirnya mengalir air walaupun sedikit. Ketimbang sebelumnya tidak mengalir sama sekali. Kita juga sudah melakukan manajemen tekanan. Kita ratakan distribusi air dari satu tempat dengan tempat yang lainnya, agar tidak ada lagi yang dominan dan tidak ada yang terlalu ketinggalan. Tapi lagi-lagi karena sifatnya jaringan kalau sama persis akhirnya susah," terang Walino. 

Ditambahkannya, pihaknya juga telah menurunkan sebanyak 20 orang  ke lapangan pada Jumat (05/11/21) tadi,  untuk memeriksa jaringan dengan data dan asumsi yang ada. 

Dari temuan di lapangan,  pihaknya mengaku menemukan 18 titik kebocoran yang sangat berarti di wilayah yang sangat kritis air bersih. 

Terkait temuan itu, pihaknya pun langsung melakukan perbaikan, namun masih tertinggal 2 titik kebocoran lagi. 

"Nah dua titik ini yang masih kita kejar dan belum ditemukan titiknya. Memang sumbernya ada tapi titik tepatnya masih kita cari," tuturnya. 

Ditanya apakah ada dispensasi tagihan pembayaran bulanan bagi warga yang terdampak gangguan distribusi air bersih ini? 

Terkait hal itu, Walino mengaku, pastinya akan disesuaikan dengan pemakaian para pelanggan. 

"Kalau terbaca pemakaian 1 meter kubik maka itu lah yang dibayar. Sekarang dispensasi lain juga kita dropping mobil tangki air bersih secara gratis. Tinggal membaginya saja lagi," pungkas Walino. 

Sebelumnya diketahui, beberapa bulan lalu, distribusi air dikawasan RT. 10,11,12,13,14 dan 15 tersendat, hingga membuat warga disana kesulitan air bersih. 

Bahkan 1 minggu terakhir, warga mengeluh karena meski sudah menggunakan pompa air, air bersih PDAM tak kunjung mengalir di rumah warga. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar