Kunjungi Desa Budaya Pampang, Wali Kota Banjarmasin dan Isteri Diajak Menari Pampaga

hallobanua.com, Samarinda - Rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Samarinda hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan ke Desa Budaya Pampang, Kamis (4/11/21). 

Di Desa Budaya Pampang ini, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah diajak untuk menari Tari Pampaga bersama anak-anak dan remaja di desa tersebut. 

Keseruan dan ketegangan sangat terlihat, saat pasangan suami orang nomor satu di Kota Seribu Sungai ini saat meloncat-loncat dari satu bilah ulin kebilah lainnya. 

"Seru, sangat tegang. Tarian ini diperlukan konsentrasi untuk mengikuti ketukan bilah, kalau tidak, kaki kita bisa terjepit," ucap H Ibnu Sina sambil tersenyum. 

Sekadar informasi Tari Pampaga adalah tarian yang melambangkan suatu perangkap yang sengaja dibuat untuk menjepit leher burung pipit yang kerap memakan bulir-bulir padi di ladang. 

Pada zaman dahulu sebelum suku Dayak Kenyah memanen padi di ladang, mereka melakukan kegiatan yang dinamakan Pampaga yang artinya sebelum membersihkan rumput sudah melaksanakan kegiatan ritual. 

Melaksanakan ritual tersebut agar mereka terhindar dari hama dan binatang yang kerap memakan bulir-bulir padi di ladang. 

Ritual tersebut menyembah kepada dewa-dewa agar semua binatang terjepit. 

Seiring berjalanya waktu masyarakat Dayak Kenyah Desa Pampang sudah mempercayai agama dan meninggalkan ritual tersebut. 

Sehingga selaku kesenian Desa Pampang bapak Simson Imang, membuat sebuah tari yang terinspirasi dari perangkap untuk menjepit burung pipit. 

Tarian tersebut rutin setiap minggu siang dimainkan di rumah Lamin Adat Pemung Tawai. 

Fandi / may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar