Lama Tak Dibuka, RTH Kamboja Siap Tampilkan Air Mancur Menari Lagi

hallobanua.com, Banjarmasin - Angka penularan Covid-19 di Banjarmasin saat ini menurun drastis. Pemerintah setempat pun bakal membuka tempat wisata yang ada di Kota Seribu Sungai, seperti kawasan siring yang rencananya dibuka mulai pekan depan. 

Lalu, bagaimana dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH)  atau ruang publik kerap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkegiatan seperti RTH Kamboja? 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan, sebenarnya RTH yang terletak di Jalan Anang Adenansi tersebut sudah kembali dimanfaatkan untuk masyarakat. Khususnya yang melakukan aktivitas olahraga. 

"Sebenarnya sudah mulai digunakan masyarakat untuk melakukan olahraga pagi. Tapi untuk fasilitas lainnya seperti arena bermain anak dan air mancur menari memang saat ini masih belum kita buka," ungkap Mukhyar kepada awak media belum lama tadi. 

Diakuinya, pihaknya masih belum berani membuka area bermain anak dan juga pertunjukkan air mancur menari karena kemungkinan saja ada anak-anak yang datang ke arena bermain, masih belum dilakukan vaksinasi Covid-19. 

"Anak-anak masih banyak yang belum divaksin, tentu sangat rawan sekali kalau dibuka. Dan juga kita tentu tidak mau juga nantinya RTH menjadi tempat penularan baru," katanya. 

Meski begitu, Mukhyar tidak menampik RTH Kamboja akan benar-benar dibuka dalam beberapa minggu ke depan. 

"Kita akan melihat terlebih dahulu bagaimana kondisi saat siring Pasar Terapung dibuka. Kalau memang aman-aman saja, bisa saja setelah itu kita buka," imbuhnya. 

Nantinya, jika kawasan RTH Kamboja benar-benar dibuka, kata Mukhyar, khusus untuk pertunjukkan air mancur menari akan dikurangi intensitasnya. 

Diketahui, pertunjukkan air mancur menari biasanya dilakukan pada Jumat malam sebanyak 3 kali, dan pada Sabtu malam sebanyak 3 kali. 

"Nanti untuk pertunjukkan air mancur menarinya bisa dilakukan satu malam saja, dan bisa juga dua malam tapi dikurangi masing-masing hanya satu atau dua kali saja," pungkas Mukhyar. 

rian akhmad/ may

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar